Logo Header Antaranews Riau

Gubernur Riau Minta Daerah Terbitkan Perda Pekansikawan

Selasa, 3 Maret 2015 20:54 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Pelaksana tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman meminta eksekutif terutama empat kabupaten/kota untuk segera menerbitkan Peraturan Daerah tentang konsep Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan (Pekansikawan).

"Pengembangan suatu kawasan, tentu harus mempunyai perencanaan yang matang. Untuk mewujudkan Pekansikawan, maka perlu waktu 40 sampai 50 tahun mendatang," katanya di Pekanbaru, Selasa.

Ia minta Bappeda Riau dan pemerintah daerah terkait segera membuat Perda untuk dijadikan rencana induk.

Arsyadjuliandi menuturkan, rencana induk yang dibuat seharusnya mengandalkan masing-masing keunggulan kabupaten/kota di Riau yang mengacu pada pembangunan daerah. Rencana induk yang disusun harus disinkronkan dengan pembangunan wilayah pesisir Riau demi pemerataan pembangunan.
Seperti Kota Pekanbaru, contoh dia, mempunyai sektor keunggulan pada bidang perdagangan dan jasa, kemudian Kabupaten Siak mempunyai unggulan pada sektor pertambangan, penggalian serta dikembangkan menjadi Kawasan Industri Tanjung Buton dan sekaligus pelabuhan internasional yang menyalurkan produk industri hilir.

Kabupaten Kampar mempunyai sektor unggulan yaitu pertanian, penggalian dan perkebunan baik kelapa sawit maupun tanaman karet. Sedangkan Kabupaten Pelalawan mempunyai unggulan pertanian, perkebunan serta industri kertas.

"Melihat potensi ini, maka semua kepentingan akan diakomodir dan jadi pusat pertumbuhan ekonomi. Terutama dengan memperhatikan infrastruktur baik di darat seperti jalan layang, lalu jalan tol, bus Transmetro Pekanbaru dan nantinya kereta api," katanya.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Riau menyatakan konsep dari pengembangan kawasan berbasis keunggulan komperatif beberapa wilayah di provinsi tersebut yakni Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan akan menjadikan Siak sebagai pintu masuk maritim.
"Pelabuhan Tanjung Buton yang terdapat di Kabupaten Siak, pintu gerbang Pekansikawan melalui jalur laut. Sedangkan Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II jadi Pekanbaru gerbang melalui udara," papar Direktur Eksekutif Kadin Riau Kholis Romli.

Dia mengatakan, sejumlah daerah dalam Pekansikawan akan menjadi wilayah penyangga dari pertumbuhan ekonomi yang terjadi serta mendapatkan manfaat seperti Siak, Kampar dan Pelalawan yang dimotori oleh Kota Pekanbaru sebagai ibu kota provinsi.

Secara parsial, lanjutnya, sejumlah daerah telah menandatangani kerjasama beberapa bupati dan wali kota, tetapi mereka masih fokus pada bidang transportasi massal melalui bus Trans Metro Pekanbaru milik Pemerintah Kota Pekanbaru.

"Ke depan, diharapkan bakal terjalin suatu interkoneksi dan tidak hanya bidang transportasi, tetapi juga pemukiman, energi, infrastruktur baik air bersih, lalu jalan "oto-ringroad", kemudian listrik dan Pelabuhan Tanjung Buton," ucapnya. (Adv)



Pewarta :
Editor: Muhammad Said
COPYRIGHT © ANTARA 2026