
Ekonomi Riau tumbuh 4,89 persen pada triwulan I 2026 secara tahunan,

Pekanbaru, Riau (ANTARA) - Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau pada triwulan I 2026 secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 4,89 persen dengan produk domestik regional bruto (PDRB) mencapai Rp317,14 triliun.
Kepala BPS Riau Asep Riyadi di Pekanbaru, Riau, Selasa, mengatakan jika pertumbuhan ekonomi dihitung tanpa sektor minyak dan gas bumi, maka angkanya mencapai 5,86 persen.
Artinya, PDRB sektor migas mengalami kontraksi dibandingkan kondisi tahun sebelumnya.
"Pada triwulan I 2026 Provinsi Riau berkontribusi sebesar 5,14 persen terhadap perekonomian nasional. Provinsi Riau merupakan provinsi dengan PDRB terbesar ke-6 di Indonesia atau PDRB terbesar kedua di luar Pulau Jawa," katanya.
Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi tersebut berasal dari kontribusi industri pengolahan 2,01 persen, pertanian 1,12 persen, konstruksi 0,78 persen, dan perdagangan 0,68 persen.
Sementara, untuk lima sektor terbesar penyumbang pertumbuhan pertama yakni industri pengolahan sebesar 29,44 persen dengan pertumbuhan 6,21 persen.
Kedua, pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 27,55 persen dengan pertumbuhan 4,32 persen.
Lalu, pertambangan dan penggalian 17,07 persen meskipun pertumbuhannya terkontraksi.
Selanjutnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 10,26 persen serta konstruksi sebesar 9,43 persen.
Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Riau mencapai 93,75 persen.
"Konstruksi tumbuh 8,76 persen karena pembangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi dan koperasi desa merah putih serta permintaan semen yang meningkat," ungkapnya.
Sementara itu, berdasarkan pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Riau ditopang oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) sebesar 33,47 persen, diikuti komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 31,60 persen dan ekspor luar negeri sebesar 28,53 persen.
Namun begitu, dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yakni triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi Riau mengalami penurunan atau terkontraksi 0,33 persen.
Dari sisi produksi, lapangan usaha transportasi dan pergudangan mengalami kontraksi terdalam sebesar 10,50 persen dan dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri turun 6,23 persen.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

