Logo Header Antaranews Riau

Iran dan AS Bersiap Bertemu di Islamabad Jumat, Harapan Baru Perdamaian?

Rabu, 8 April 2026 10:53 WIB
Image Print
Arsip foto - Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty (kiri), Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud (dua kiri), Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar (dua kanan) dan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan berpose untuk foto bersama sebelum pertemuan segi empat untuk menjadi tuan rumah pembicaraan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan Minggu (29/3/2026). (ANTARA/Xinhua/aa.)

Teheran (ANTARA) - Pemerintah Iran akan memulai pembicaraan dengan Amerika Serikat di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Jumat (10/4), kata Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran, Rabu.

"Pembicaraan akan dimulai di Islamabad pada Jumat, 10 April, dengan sangsi penuh terhadap pihak Amerika. Iran akan mengalokasikan waktu selama dua pekan untuk pembicaraan tersebut dan dapat diperpanjang dengan persetujuan kedua pihak. Persatuan nasional secara penuh harus tetap dipertahankan selama periode tersebut," kata SNSC seperti dikutip lembaga penyiaran Iran, IRIB.

Baca juga: Tiga Kapal Tanker Turki Sukses Tembus Selat Hormuz Tanpa Insiden

Gencatan senjata akan diumumkan pada pekan ini dan negosiasi bukan berarti perang dengan Amerika Serikat berakhir, menurut SNSC. Apabila Amerika melakukan "kesalahan sekecil apa pun" selama pembicaraan nanti, maka Iran akan merespons dengan kekuatan penuh.

"Atas nama Republik Islam Iran, saya menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada saudara-saudara saya yang terkasih, Yang Mulia Perdana Menteri Pakistan Sharif dan Yang Mulia Marsekal Munir atas upaya tanpa lelah mereka untuk mengakhiri perang di kawasan," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di platform X.

Baca juga: Iran: AS Sepakat dengan Rencana 10 Poin untuk Hentikan Perang

Sementara itu, pada Selasa malam (7/4), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa ia telah menyetujui gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran. Menurut Trump, Iran juga telah sepakat untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026