Logo Header Antaranews Riau

Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah, Jepang Kucurkan Subsidi BBM

Jumat, 20 Maret 2026 11:42 WIB
Image Print
Ilustrasi warga mengisi bahan bakar untuk kendaraan bermotor. (ANTARA/Anadolu/py.)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Jepang telah memulai kembali skema pemberian subsidi bahan bakar, Kamis, demi menahan kenaikan harga komoditas tersebut menyusul eskalasi ketegangan di kawasan Teluk Persia.

Subsidi ditetapkan sebesar 30,2 yen (Rp3.124) per liter BBM reguler hingga Rabu depan demi memastikan rata-rata harga retail (eceran) BBM nasional bertahan di sekitar angka 170 yen (Rp18.213).

Baca juga: Perusahaan Minyak Peringatkan AS: Krisis Selat Hormuz Bisa Picu Dampak Global

Program subsidi tersebut juga mencakup bahan bakar diesel dan minyak berat untuk membantu meredakan tekanan biaya bagi dunia usaha serta bagi industri pertanian, perhutanan, dan perikanan.

Nilai subsidi bahan bakar dari pemerintah Jepang akan disesuaikan secara pekanan (mingguan/ per pekan) berdasarkan perkiraan harga retail pekan selanjutnya yang mencerminkan perubahan pada harga minyak mentah.

Harga BBM reguler di Jepang melonjak hingga ke angka tertingginya sebesar 190,8 yen (Rp20.462) per liter pada Senin (16/3), dampak dari kenaikan harga minyak mentah setelah serangan Amerika Serikat dan Zionis Israel ke Iran.

Keputusan pemerintah Jepang menetapkan subsidi kali ini dilakukan menyusul perkiraan bahwa harga BBM akan terus meningkat hingga 200,2 yen (Rp21.427) per liter pada pekan depan.

Baca juga: Inggris Lobi Arab Saudi Demi Mengamankan Pasokan Minyak Global

Meski subsidi BBM sudah diberlakukan, kementerian ekonomi Jepang menyampaikan bahwa waktu penurunan harga BBM bisa jadi berbeda antara satu SPBU dengan yang lainnya, mengingat masih ada cadangan BBM pra-subsidi yang belum dikeluarkan.

Pemerintah Jepang juga masih belum menetapkan kapan subsidi BBM akan diakhiri.

Sumber: Kyodo-OANA



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026