Logo Header Antaranews Riau

Inggris Lobi Arab Saudi Demi Mengamankan Pasokan Minyak Global

Jumat, 13 Maret 2026 11:03 WIB
Image Print
Arsip foto- Kapal tanker minyak Inggris "Stena Impero" di dekat Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa.)

Moskow (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper melakukan kunjungan resmi ke Timur Tengah untuk membahas keberlanjutan pasokan minyak dengan para mitra regional di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, menurut Kementerian Luar Negeri Inggris, Kamis

Kunjungan Cooper ke Arab Saudi itu untuk menunjukkan dukungan Inggris terhadap sekutu regional dalam membela diri dari agresi Iran yang gegabah, selain untuk memastikan keberlanjutan pasokan minyak di tengah ancaman penutupan Selat Hormuz.

Baca juga: Perang di Timur Tengah, AS Lepas Cadangan Minyak 172 Juta Barel untuk Stabilisasi Pasar

"Inggris akan terus bekerja sama dengan mitra regional, termasuk Arab Saudi, untuk memprioritaskan keamanan energi, melindungi para pembayar tagihan, dan memastikan masyarakat membayar harga terendah di SPBU," bunyi pernyataan kementerian.

Dalam kunjungan itu, Cooper juga akan memeriksa baterai pertahanan udara milik Inggris yang ditempatkan di Arab Saudi sejak tahun 2022.

"Selama perjalanan, Menteri Luar Negeri (Cooper) diharapkan untuk membahas kerja sama dengan mitra regional untuk memastikan keberlanjutan pasokan minyak dalam menghadapi serangan di Selat Hormuz," demikian pernyataan kementerian itu.

Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika di Timur Tengah.

Baca juga: Thailand Terapkan WFH untuk ASN, Langkah Darurat Hadapi Krisis Minyak

Amerika dan Israel awalnya mengklaim serangan mereka itu diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran. Namun, mereka segera memperjelas bahwa serangan itu dilakukan karena mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.


Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026