PBB (ANTARA) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama mitra-mitra bantuan kemanusiaannya di Gaza menyerukan pencabutan pembatasan terhadap pasokan perlengkapan sekolah agar lebih banyak anak dapat mengakses pendidikan.
Perihal itu disampaikan oleh badan kemanusiaan PBB pada Jumat (16/1).
Baca juga: Uni Eropa Tekan Israel Hentikan Ekspansi Permukiman di Tepi Barat
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN OCHA) mengatakan pihaknya tengah bekerja bersama para mitra dalam mengupayakan agar lebih banyak anak bisa kembali bersekolah serta membantu masyarakat yang menderita akibat dampak cuaca musim dingin ekstrem.
Menurut UN OCHA, lebih dari 440 ruang belajar saat ini beroperasi, melayani sekitar 270.000 siswa dengan bantuan 6.300 lebih guru.
Sejauh ini pada Januari, 10 lokasi belajar sementara tambahan di Kegubernuran Gaza telah direnovasi.
Baca juga: ICRC Desak Pembukaan Kembali Perlintasan Rafah demi Masuknya Bantuan ke Gaza
Terkait bantuan bagi korban cuaca buruk yang kehilangan tempat tinggal di tengah badai musim dingin, OCHA menyebutkan bahwa lebih dari 200 tenda telah didistribusikan kepada keluarga yang terdampak, beserta ribuan terpal, selimut, pakaian hangat, peralatan memasak dan makan, serta lampu bertenaga surya.
Namun demikian, OCHA mengatakan bahwa lebih dari 1 juta warga di seluruh Jalur Gaza masih sangat membutuhkan bantuan tempat tinggal dan solusi jangka panjang, termasuk perbaikan rumah yang rusak serta paket hunian darurat.
