Pekanbaru (ANTARA) - Bea Cukai Pekanbaru mengimbau masyarakat untuk semakin berhati-hati terhadap berbagai penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai, terutama terkait paket kiriman dari luar negeri.
Kepala Bea Cukai Pekanbaru, Benny W. Noegroho mengatakan belakangan ini, banyak laporan masyarakat diminta mentransfer uang dengan alasan biaya administrasi, denda, atau penebusan paket.
"Pelaku biasanya menghubungi melalui nomor pribadi, chat WhatsApp, atau akun media sosial palsu, lalu memberikan tekanan agar korban segera membayar" katanya di Pekanbaru, Rabu, 17/12.
Diingatkanya, Bea Cukai tidak pernah menghubungi melalui nomor pribadi untuk meminta transfer ke rekening perorangan serta menawarkan penyelesaian cepat di luar prosedur resmi
Setiap pungutan negara dilakukan secara resmi, tercatat dalam sistem, dan hanya melalui mekanisme yang ditetapkan pemerintah, tegas Benny.
Dijelaskannya, ciri-Ciri penipuan yang harus diwaspadai yaitu pesan dari nomor atau akun yang tidak resmi, diminta transfer uang dengan alasan paket ditahan serta disertai ancaman paket disita atau penerima akan kena sanksi.
Kemudian, menampilkan dokumen palsu yang dibuat menyerupai dokumen Bea Cukai serta mengarahkan ke jalur cepat, instan, dan tidak sesuai prosedur.
"Jika Anda menerima pesan seperti ini, jangan panik dan jangan langsung ikuti permintaan pelaku', ujarnya.
Cek status paket melalui saluran resmi yaitu di website resmi Bea Cukai dengan alamat beacukai.go.id serta aplikasi resmi terkait barang kiriman yaitu Bravo Bea Cukai 1500225
Semua informasi mengenai tarif, ketentuan impor, dan status paket tersedia secara transparan dan dapat dicek kapan saja, sebutnya.
Bea Cukai Pekanbaru berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan melindungi masyarakat dari kejahatan yang mengatasnamakan Bea Cukai.
Tetap waspada, selalu cek kebenaran informasi, dan jangan mudah percaya pada pesan yang mencurigakan, pesannya.
