
Legislator Minta Pertamina Dumai Serius Tanggapi Warga

Dumai, Riau, (Antarariau.com) - Manajemen PT Pertamina Refenery Unit (RU) II Dumai, Provinsi Riau, diminta serius menanggapi aspirasi warga masyarakat pada dua kelurahan yang bermukim dekat operasional kilang dengan melakukan relokasi.
"Pertamina jangan main-main dengan permintaan warga karena mereka sudah merasa tidak nyaman lagi tinggal berdampingan dengan kilang minyak," kata ketua Komisi I DPRD Dumai Timo Kipda di Dumai, Selasa.
Hal itu disampaikannya menyusul masa berakhirnya tenggang waktu sekitar dua pekan yang diberikan warga untuk menjawab keinginan masyarakat tempatan kepada perusahaan plat merah yang berstatus sebagai Badan Milik Usaha Negara (BUMN) pada Rabu (19/3).
Dia menyebutkan, perwakilan ribuan warga yang bertempat tinggal sudah puluhan tahun di sekitar area operasi kilang Pertamina unit pengolahan telah menyampaikan aspirasi ke lembaga legislatif.
Sehingga mereka khusunya anggota DPRD Kota Dumai memiliki kewajiban untuk terus mengawal sampai dengan putusan yang diambil perusahaan plat merah tersebut dengan mendampingi masyarakat dan memperjuangkan nasib hingga tuntas.
"DPRD Dumai akan ikut mendampingi warga memperjuangkan nasibnya hingga diperoleh solusi terbaik dan dapat diterima semua pihak. Karena itu, kita akan menjembat0ani kepentingan rasa hidup yang aman dan berkelanjutan masyarakat," terangnya.
Kalifah Despriyanto, Koordinator warga masyarakat menyebutkan jika perusahaan itu belum memberikan kepastian jawaban, maka masyarakat akan kembali turun ke jalan dengan menduduki pintu kilang minyak serta perumahan karyawan.
"Upaya terakhir kami akan turun lagi ke jalan dan tidak akan berhenti sampai ada jawaban yang memuaskan. Karena meski telah memasuki dua pekan, namu Pertamina belum ada respon dan hanya menjanjikan menunggu jawaban dari manajemen pusat," jelasnya.
Menurutnya, aksi massa lanjutan akan dilancarkan oleh sekitar lima ribuan warga masyarakat setempat dan hanya menawarkan opsi minta dipindahkan pemukiman dari kilang minyak atau perusahaan yang pindah.
Menduduki perusahaan itu merupakan bukti keseriusan dari warga yang berada di Kelurahan Tanjung Palas dan Kelurahan Jaya Mukti untuk memperoleh rasa aman serta nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
"Kejadian ledakan kilang kemarin, merupakan terbesar sejak Pertamina beroperasi di Dumai. Warga sekitar sudah tidak tahan lagi untuk tetap hidup bertetangga dengan kilang minyak dikarenakan rasa aman sudah hilang," katanya.

