
Udara Kampar Berbahaya Tercemar Asap

Bangkinan (Antarariau.com) - Kian tebalnya kabut asap menyelimuti Kabupaten Kampar sampai hari ini, membuat pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) menyatakan udara Kampar berbahaya.
Angka indeks pencemaran PM10 atau partikel debu-nya mencapai 305, sementara FO2 atau kultur dioksida mencapai 54,
CO atau karbon monoksida menunjuk pada angka 49,O3 atau ozon mencapai 211, NO2 Netrogen Dioksida mencapai 71.
Berdasarkan satelit NOA18, titik api di Kabupaten Kampar nihil, tidak ada spot. Asap diperkirakan dari Kabupaten Siak, Pelalawan dan Bengkalis.
Kondisi itu disampaikan Irtarius, Kepala Badan Lingkungan Hidun
(BLH) melalui Ledi Erliana, Staf Bidang Pemulihan, "Udara Kampar saat ini pada kategori berbahaya, partikel debu-nya atau PM10-nya mencapai angka 305, lima unsur yang menyatakan kualitas udara di Kampar berbahaya itu terdeteksi dan berlaku sampai pukul 15.00 wib sore hari ini, " jelasnya, Kamis (13/3).
Bencana kabut asap yang melanda hampir seluruh Kabupaten di
Propinsi Riau ini membuat masyarakat semakin resah, semua aktivitas
terganggu, baik di dunia kerja, pendidikan dan tidak sedikit terganggu kesehatannya, ribuan pasien terkena penyakit paru-paru, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk-batuk, demam dan meriang.
Bupati Kampar Jefry Noer telah menyampaikan himbauan untuk
masyarakat, supaya masyarakat mengurangi aktivitas diluar rumah, bila terpaksa keluar harus mengenakan masker atau alat penutuh hidung dan mulut seperti saputangan, handuk dan lainnya, banyak minum air putih dan berhati-hati bagi pengemudi kendaraan karena jarak pandang yang sangat dekat juga menghimbau agar tidak membakar sampah dan akan melakukan sholat istisqo.
Data Dinas Kesehatan yang disampaikan H Herlin Rahmola, M.POG dari
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se-Kabupaten Kampar, penderita ISPA mencapai 2240, pneumonia 98 orang, asma 377, iritasi mata (278), iritasi kulit (320),
"Data itu merupakan data harian dari Puskesmas
se-Kabupaten Kampar, dan setiap hari pasien yang terkena dampak kabut asap ini terus bertambah, " ujarnya.
"Dinas Kesehatan terus memantau kondisi udara Indeks Pencemaran
Udara (ISPU) melalui BLH, membagikan masker kepada masyarakat di
jalan-jalan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Propinsi Riau, BPBD menyampaikan himbauan pemerintah
daerah melalui Puskesmas," terang Herlyn.
Herlyn menghimbau, kepada para orangtua menjaga anak-anaknya
supaya tidak bermain diluar rumah dan minum air yang banyak, "Kita
sudah mengundang Badan Teknik Kesehatan Lingkungan dan Penanggulangan Penyakit yang ada di Batam, maka dengan kondisi udara yang sangat tidak layak dihirup ini perlu kewaspadaan tinggi, karena sangat rentan
terhadap penyakit, cuaca panas menimbulkan penguapan yang sangat
tinggi, kulit kering, dan terjadi iritasi kulit juga mata, " jelasnya.
Pewarta : Netty Mindrayani
Editor:
Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

