Logo Header Antaranews Riau

Legislator : Program Kebun K2I Akan Dievaluasi

Jumat, 8 Maret 2013 15:11 WIB
Image Print

Pekanbaru, (antarariau.com) - Anggota DPRD Riau akan mengevaluasi program pemerintah daerah setempat terkait kebun yang dialokasikan untuk mengatasi Kemiskinan, Kebodohan dan Infrastruktur (K2I) yang telah berjalan sejak 2005.

"Untuk program kebun K2I yang digagas sejak tahun 2005, nantinya akan kami evaluasi karena telah menelan anggaran lebih Rp52 miliar," kata Anggota DPRD Riau Mansyur di Pekanbaru, Jumat, per telepon.

Hal itu, menurut dia, juga karena program tersebut dianggap tidak berjalan sesuai rencana hingga terkesan pemborosan anggaran.

"Jadi, memang butuh untuk dievaluasi agar semuanya lebih jelas arah dan tujuan dari program tersebut," katanya.

Sebelumnya sejumlah pihak dari lembaga swadaya masyarakat di Riau juga menganggap program kebun sawit yang disinergikan pada program K2 telah gagal karena tidak mampu mensejahterakan masyarakat kalangan miskin sebagai tujuan awalnya.

"Yang sangat kami sayangkan, proyek yang dikerjakan PT Gerbang Eka Palma (GEP) ini sudah menyedot puluhan miliar uang rakyat. Namun progresnya tak jelas," kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Riau Hariansyah Usman.

Dia pun mempertanyakan keberadaan sekitar 10 persen lagi yang katanya dijadikan sebagai kawasan perkebunan program K2I dari realisasi terencana yang mencapai 10.200 hektare.

Menurutnya, semlama enam tahun berjalan, program perkebunan K2I tersebut seakan "jalan di tempat" hingga tidak memberi manfaat bagi masyarakat.

"Pada awal rencananya, setahu kami pemda menargetkan membuka perkebunan sawit seluas 10.200 hektare. Tapi, kenyataan hanya sekitar 1.116 hektare yang terealisasi. Parahnya, pada kenyataan ternyata tidak ada jatah masyarakat di sana," kata dia.

Data luas kebun K2I yang disampaikan Pemprov Riau memang terus berubah-ubah, setelah sebelumnya sempat diekspos telah ditanam bibit kelapa sawit di lahan seluas 2.000 hektare, namun data terakhir yang dimiliki Dinas Perkebunan K2i hanya 1.116 hektare.

"Kami tidak lagi menganggarkan perawatan di APBD 2013. Saat ini program tersebut, dari hasil evaluasi lapangan, didapatkan luas lahan tertanam ada berkisar 1.116 hektare dari 10.200 hektare yang direncanakan," kata Kepala Disbun Riau Zulher.

Zulher mengatakan, program kebun sawit K2I ini sebenarnya bertujuan mulia, sebab dengan ada program ini tentu dapat membantu perekonomian masyarakat.

"Karena program ini tidak membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan, maka ditahun 2013, Disbun Riau tidak lagi mengajukan anggaran," kata Zulher.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026