
Ribuan Warga Riau Terjangkit DBD

Pekanbaru, (antarariau.com) - Lebih dari 1.114 warga yang tinggal di berbagai wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Riau terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) sepanjang tahun 2012, 16 orang bahkan meninggal dunia.
"Itu merupakan data sepanjang Januari hingga Desember 2012 dimana memang terdapat 1.114 kasus DBD di Riau," kata Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian, Penyuluhan dan Penyehatan Lingkunagn (P4L) pada Dinas Kesehatan Riau Tengku Zul Effendi di Pekanbaru, Rabu siang.
Dari ribuan kasus itu, kata dia, sebanyak 16 orang diantaranya meninggal dunia karana terserang virus yang berasal dari gigitan nyamuk tersebut.
Menurut dia, dari laporan yang dikirimkan tiap Dinas Kesehatan yang berada di tiap kabupaten dan kota se Riau, terdeteksi Kabupaten Siak merupakan daerah yang terbanyak ditemukan kasus DBD.
Pada kabupaten ini, demikian Zul, ada sebanyak 161 kasus DBD dengan korban meninggal dunia dikabarkan satu orang.
Sementara untuk kasus korban DBD yang meninggal dunia terbanyak berada di Kabupaten Bengkalis, yakni mencapai lima orang.
Kemudian untuk Kota Pekanbaru, kata dia, terdeteksi penderita DBD mencapai 157 kasus yang meninggal dunia ada sebanyak satu orang.
Untuk Kabupaten Kampar ada sebanyak 149 kasus dan yang meninggal dunia mencapai tiga orang, Rokan Hulu ada 90 kasus dengan merenggut korban jiwa sebanyak satu orang, Pelalawan 67 kasus (nihil korban meninggal), Indragiri Hulu terdapat 45 kasus dimana satu diantaranya meninggal dunia
Lalu di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terdapat 22 kasus dan nihil korban jiwa, Indragiri Hilir ada 56 kasus dimana dua diantaranya meninggal dunia.
"Selanjutnya di Kabupaten Rokan Hilir ada 59 kasus tidak ada yang meninggal dunia dan Kabupaten Meranti terdapat 60 kasus DBD dimana dia diantaranya meninggal dunia," demikian Zul Effendi.
Dinas Kesehatan Provinsi Riau, melaui kantor dinasnya yang ada di masing-masing kabupaten dan kota sejauh ini telah berupaya dalam menekan kasus DBD.
"Kami juga telah melakukan pencegahan dengan pengasapan pada lingkunan rentan hingga menyebarkan bubuk pembunuh jentik nyamuk (Abate) bahkan membagikannya ke masyarakat," katanya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar selalu melakukan pembersian terhadap tempat penampungan air secara rutin dan menjaga kebersihan lingkungan.
"Antisipasi DBD juga dapat dilakukan dengan cara menguras bak mandi dan tempat-tempat penampungan air bersih minimal satu minggu sekali. Kemudian warga juga harus memperhatikan tempat-tempat yang tergenang oleh air yang sering terlupakan," katanya. (Reindy Rudagi)
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

