Logo Header Antaranews Riau

Meterai Di Bagansiapiapi Langka

Minggu, 30 Desember 2012 14:18 WIB
Image Print

Bagansiapiapi (antarariau.com) - Benda pos berupa materai baik nominal Rp6.000 maupun Rp3.000 langka di Bagansiapiapi, Kab. Rokan Hilir, Provinsi Riau sejak beberapa hari terakhir disebabkan adanya aksi borong oleh kontraktor yang tengah mengurus pembayaran termin proyek yang mereka kerjakan.

Penjual maupun pengecer meterai di kota Bagansiapiapi Hero (62), Minggu, mengakui saat ini meterai yang biasa dijualnya secara eceran sudah ludes terjual sebanyak 300 lembar meterai 6000 dan 200 lembar meterai 3000 sementara pasokan dari pos belum datang.

"Warga yang membutuhkan materai kini kesulitan mendapatkan termasuk dengan membeli langsung ke kantor pos," ujarnya.

Untuk mendapatkan materai, ia mengaku harus membeli ke Kota Dumai, namun ia tidak berniat melakukan dalam waktu dekat.

"Paling dua hari ini pembeli meterai sudah sepi tidak seramai yang kemarin-kemarin. Makanya saya tidak memesan lagi. Lagian saya masih trauma pernah ditipu orang yang saya percaya membelikan meterai di Dumai. Uang yang saya titip Rp2 juta, dibawa kabur sama dia," imbuh Hero.

Diakui Hero yang memiliki jasa mesin foto copy tersebut, pembeli meterai di Kota Bagansiapiapi membludak di tokonya sejak satu bulan terakhir.

Hal ini juga disebabkan di Kantor Pos Bagansiapiapi sudah empat hari ini sempat kosong. "Biasanya kalau di Kantor Pos masih ada pembeli meterai di toko saya ini, hanya satu-satu orang. Ini kan karena meterai di Kantor Pos habis, jadi mau tidak mau orang membeli sama kita meskipun harga jualnya tujuh ribu," jelasnya.

Hal yang sama diakui Tio (31), pemilik mesin foto copy lainnya kalau meterai di Bagansiapiapi langka bahkan ludes diburu pembeli yang umumnya dari kalangan kontraktor. "Pokoknya sudah beberapa hari ini, meterai 6000 dan 3000 susah diperoleh termasuk di kantor pos sudah tidak ada lagi. Kalau benda pos yang lain masih banyak," tutur Tio.

Sementara itu sejumlah kontraktor tampak sibuk ingin membeli meterai dari toko foto copy ke toko yang lain karena harus
dibubuhkannya meterai 6000 pada kwitansi pembayaran pekerjaan lelang proyek yang dimenangkannya di sebuah instansi dinas jajaran Pemkab Rohil.

"Kok bisa begitu payahnya mendapatkan meterai ya. Hampir semua tempat penjualan meterai sudah saya tanya, namun selalu tidak ada," keluh Irwan, seorang kontraktor.

Tidak hanya kalangan kontraktor yang kewalahan dengan langkanya meterai, bahkan kalangan wartawan yang menjadi kepala biro atau kepala perwakilan media cetak juga tampak repot. Pasalnya, pihak Humas Setdakab Rohil yang mencairkan pembayaran langganan suratkabar harian maupun mingguan mensyaratkan pada kwitansi pembayaran setiap bulannya harus dibubuhi dengan meterai 6000.

"Coba saya persiapkan meterai tujuh buah sejak beberapa hari lalu tentu tidak serepot ini dan bahkan dikantor pos meterai sudah kosong. sedangkan di tempat foto copy langganan saya, hanya ada tiga buah, sementara saya perlu tujuh buah," keluh Zaini, salah seorang perwakilan media surat kabar terbitan Pekanbaru.