Logo Header Antaranews Riau

PON: Peraih Emas Squash Dibonus Rp3 Juta

Selasa, 18 September 2012 16:00 WIB
Image Print

Pekanbaru, (antarariau) - Persatuan Squash Indonesia Riau berjanji akan memberikan bonus uang tunai sebesar Rp3 juta kepada atlet yang meraih medali emas pada PON XVIII/2012.

"Secara pribadi saya sudah mempersiapkan bonus, masing-masing atlet peraih emas akan diberikan Rp3 juta," kata Ketua Umum PSI Riau Adizar M. Nur di Pekanbaru, Selasa.

Ia mengaku puas dengan pencapaian emas dari atlet Riau. Medali emas tersebut merupakan sejarah karena pertama kali diukirkan tim Riau di PON.

Ia mengatakan PSI Riau awalnya hanya menargetkan medali perak karena menilai kemampuan atlet dan persiapan mereka yang kurang optimal.

Adizar bertekad akan mengembangkan olahraga squash di Riau. Mengenai jajaran pelatih, Adizar menjamin susunan pelatih di PON akan dipertahankan.

"Pelatih sekarang dari Malaysia, Ahmad Amerza, akan kita pertahankan. Dia pelatih bertangan dingin," ujarnya.

Tim squash Riau berhasil menyabet medali emas setelah menaklukkan tim Banten dengan skor 3-0 pada final cabang squash PON XVIII di kompleks Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Senin (18/9).

Tim Riau yang terdiri dari Siti, Andi Hasanuddin dan Dhani Kurniawan mampu tampil gemilang sehingga membuat atlet Banten harus puas dengan medali perak.
Siti yang bertanding pada partai pertama memulai kesuksesan Riau, setelah mengalahkan Fitri tiga set langsung. Atlet putri andalan Riau ini harus berjibaku sebelum akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 11-6, 11-8 dan 11-6.

Tren positif kembali dilanjutkan atlet squash Riau berikutnya, Andi Hasanuddin, yang juga meraih kemenangan sempurna 3-0 atas lawannya Finaldi. Sempat tertinggal di awal pertandingan, Andi secara meyakinkan mampu bangkit menuntaskan pertandingan dengan skor 11-5, 11-6, dan 11-5.
Kemenangan Riau akhirnya disempurnakan oleh M. Dhani Kurniawan menghadapi Giery. Dhani tanpa kesulitan melumat lawannya dengan kemenangan tiga set, 11-2, 11-1, dan 11-5.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026