Logo Header Antaranews Riau

PON: Jurnalis Dapat Layanan Medis

Minggu, 16 September 2012 21:00 WIB
Image Print

Pekanbaru, (antarariau) - Setiap harinya ruang kesehatan yang menjadi satu lingkungan dengan media center Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XVIII di Riau sedikitnya melayani belasan jurnalis dari tenaga medis.

"Seperti pada Senin, 10 Spetember, sebanyak 17 orang. Tapi rata-rata per harinya sebanyak belasan jurnalis yang mendapat pelayanan dari ruang kesehatan media center PB PON," ujar Koordinator Bidang Perawat Media Center PB PON XVIII, Dedi Kurniawan, di Pekanbaru, Ahad.

Media center yang dikelola oleh PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) merupakan bagian kerjasama dengan Pengurus Besar PON, dananya bersumber dari CPI sebesar Rp62 miliar untuk PON ke-XVIII atau sekitar 87 persen dan selebihnya dari "cost recovery" sehingga logo BPMIGAS turut ditampilkan.

Lebih lanjut Dedi menjelaskan, secara umum jurnalis yang menikmati pelayanan kesehatan pertama sedikit, tapi setelah itu jumlah terus meningkat sampai nanti tambah lama disini tambah banyak lagi.

Soalnya, seperti hari Selasa tanggal 11 September, yang masuk "shift" pagi 12 orang dan "shift" sorenya 10 orang, beranti totalnya ada 22 orang jurnalis yang mendapatkan pelayanan kesehatan.

Kemudian hari Rabu tanggal 12 September, yang masuk "shift" pagi sebanyak sembilan orang dan "shift" sore ada 20 orang, sehingga totalnya ada 29 orang jurnalis.

"Pada tanggal 13 September, yang petugas 'shift' pagi 20 orang dan 'shift' sore enam orang yang keseluruhannya berjumlah 26 jurnalis. Umumnya mereka datang ke ruang kesehatan hanya unutuk konsultasi aja, kemudian ada juga menderita radang tenggorokan seperti jurnalis dari Kalbar yang menderita diare," katanya.

Andi Lala, salah seorang jurnalis Kalbar mengaku dirinya menderita diare karena disebabkan pola makan yang berubah-ubah yang kerap disuguhi masakan bersantan dan memakai cabai.

"Selama tinggal di Pekanbaru saya kerap kali memakan makanan yang bersantan dan cabai, beda dengan tempat tinggal saya di Kalbar. Jadi pencernaan saya terganggu dan untuk ada ruang kesehatan di media center," ujarnya.

Ruang kesehatan media center menyediakan obat-obatan, kemudian tensi untuk mengecek darah dan pemeriksaan fisikn khususnya dari mata, tenggorokan dan pemberian multivitamin kepada teman-teman jurnalis yang kelelahan.

Ruangan itu dibuka dari tanggal 5 - 22 September 2012 dan pelayanan medis dibagi menjadi dua "shift" yaitu pagi dari jam 8.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB, sedangkan sore dari pukul 15.00 WIB sampai jam 23.00 WIB dengan petugasnya ada tiga orang yang terdiri satu dokter serta dua perawat.



Pewarta :
Editor: Muhammad Said
COPYRIGHT © ANTARA 2026