
Basarnas Terjunkan Penyelam Cari Korban Kapal Terbakar

Pekanbaru, (antarariau) - Badan SAR Nasional Wilayah Pekanbaru menurunkan tim penyelam untuk mencari sejumlah korban dua kapal kargo yang terbakar di perairan Kota Dumai, Riau, pada Selasa (11/9) malam.
"Kami telah menurunkan tim ke Dumai untuk mencari korban dua kapal terbakar itu. Delapan orang dari Basarnas Pekanbaru dan tujuh dari pos Kabupaten Bengkalis," kata Humas Basarnas Wilayah Pekanbaru Kukuh Widodo di Pekanbaru pada Kamis.
Ia menjelaskan bahwa seluruh tim itu telah diturunkan sejak Rabu (12/9) dengan dilengkapi sejumlah sarana dan fasilitas pendukung.
"Tim bahkan telah langsung melakukan pencarian di lokasi terbakarnya dua kapal kargo itu," katanya.
Dua kapal milik pengusaha impor produk pangan dikabarkan ludes terbakar di Pelabuhan Ayan Jalan Teduh, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, pada Selasa (11/9) sekitar pukul 10.00 WIB.
Sebanyak 11 orang dilaporkan tewas terpanggang dan belasan lainnya dinyatakan hilang.
Informasi kepolisian setempat menyebutkan kapal besar dengan nama lambung Sibayak dan Bintang Samudra terbakar ketika hendak membongkar muatan di sandaran dermaga.
Petugas Syahbandar Kota Dumai dalam insiden maut ini telah berhasil merilis sejumlah nama korban yang ditemukan sebanyak 11 orang.
Mereka adalah Arip Piter (47), Pahmi (43), Manan (43), Suhardi (39), Ulung (38), Amri (35), Marlolop (29), Atan (28), Abib (27), Koci (27) dan Masno (27).
Dua kapal yang terbakar itu adalah Kapal Bintang Samudra milik Amin Latif dan menyambar kapal di sampingnya KM Sibayak milik Yusrizal Koto yang juga merupakan pengusaha media grup (Yube).
Sementara data korban hilang yang masih diupayakan pencarian yang didata SAR ada sebanyak belasan.
Sebagian telah teridentifikasi di antaranya Abid Firdaus, Fahmi, Misno, Pahut, Hulong, Suwanji, Marulop, Abdul Manan, Amri, Muhammad Rafaat dan Tuno Belele. Seluruhnya warga Dumai.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

