
Ekonomi Riau Tumbuh 7,5 Persen

Pekanbaru, (antarariau) - Pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau sepanjang triwulan I tahun 2012 tercatat sebesar 7,5 persen yang terjadi pada semua sektor ekonomi.
"Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor perdagangan, hotel dan restoran," kata Gubernur Riau HM Rusli Zainal pada rapat paripurna istimewa DPRD Provinsi Riau dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-55 Provinsi Riau, Kamis.
Peringatan Hari Jadi Riau bertemakan "Bersempena (sehubungan) Hari Jadi Provinsi Riau ke-55 mari kita sukseskan pelaksanaan POV XVIII tahun 2012 dan Islamic Solidarity Games tahun 2013 serta melanjutkan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat dan tuah negeri".
Zainal menyebutkan, sepanjang triwulan I tahun 2012 itu perkembangan ekonomi Porvinsi Riau berjalan cukup baik dan kondusif hal ini sekaligus mendongkrak Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Riau tercatat tertinggi di pulau Sumatera.
"PDRB Riau yang disumbangkan oleh kelompok golongan migas sepanjang triwulan yang sama itu tercatat cukup tinggi yakni sebesar Rp111,33 triliun," katanya.
Sedangkan PDRB berasal dari non migas tercatat sebesar Rp68,37 triliun.
Dengan ekonomi Provinsi Riau yang tumbuh tinggi itu, katanya lagi, telah berdampak pada kehidupan sosial ekonomi Provinsi Riau yang terus menunjukkan kecenderungan yang dinamis.
"Pada usia ke-55 ini, Provinsi Riau telah mencapai kemajuan yang berarti di berbagai bidang yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan pada seluruh masyarakat," katanya ditandai dengan turunnya tingkat pengangguran terbuka dan penduduk miskin Riau.
Pada Februari 2011 tercatat tingkat pengangguran terbuka Riau sebanyak 7,17 persen atau turun menjadi 5,17 persen pada Februari 2012.
Berikutnya jumlah penduduk miskin Riau pada Maret 2011, dan turun menjadi 8,22 persen pada Maret 2012.
Keberadaan Provinsi Riau yang memiliki luas wilayah 107 ribu km persegi lebih itu secara geografis sangat strategis dalam pengembangan ekonomi karena berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka dan masuk dalam kawasan segitiga strategi Indonesia, Malaysia dan Singapura.

