
Ekonomi Riau tumbuh 4,75 persen pada triwulan II 2026, tanpa migas 5,7 persen

Pekanbaru, Riau (ANTARA) - Pusat Statistik Provinsi Riau mencatat pertumbuhan ekonomi tahunan (tahun-ke-tahun/yoy) pada kuartal kedua tahun 2026 mencapai 4,75 persen, yang diukur berdasarkan bisnis dan produksi.
Kepala BPS Riau Asep Riyadi mengatakan berdasarkan bidang bisnis, tanpa minyak dan gas, pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,70 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa penguatan sektor non-minyak dan gas merupakan salah satu indikator peningkatan struktur pertumbuhan ekonomi regional di tengah dinamika ekonomi global.
"Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Riau sebesar 4,75 persen didukung oleh hampir semua sektor usaha. Sektor jasa korporasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,80 persen, diikuti oleh jasa lainnya sebesar 13,42 persen dan jasa pendidikan sebesar 11,71 persen," katanya dalam rilis resmi yang diperoleh di Pekanbaru, Riau, Rabu.
Berdasarkan sisi produksi, pertumbuhan terjadi di semua komponen. Ini termasuk Komponen Belanja Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang tumbuh sebesar 13,08 persen diikuti oleh Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 10,30 persen.
Selanjutnya, Komponen Konsumsi Produksi Lembaga Nirlaba yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) berjumlah 7,16 persen. Kemudian, Komponen Konsumsi Produksi Rumah Tangga (PK-RT) berjumlah 4,60 persen dan Komponen Ekspor Luar Negeri berjumlah 0,74 persen.
"Sementara itu, komponen impor luar negeri sebagai faktor pengurang juga tumbuh sebesar 60,17 persen," katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Riau pada kuartal kedua tahun 2026, yang dihitung berdasarkan Produk Domestik Bruto Regional (PDB) berdasarkan harga saat ini, mencapai Rp340,34 triliun. Sedangkan berdasarkan harga konstan pada tahun 2010 mencapai Rp154,55 triliun.
Sementara itu, untuk pertumbuhan ekonomi Riau pada kuartal kedua tahun 2026 dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2026 (qtq), tercatat pertumbuhan sebesar 1,38 persen. Berdasarkan bidang usaha, sektor transportasi dan pergudangan mencatatkan peningkatan tertinggi sebesar 22,27 persen, diikuti oleh jasa usaha sebesar 11,27 persen dan perdagangan ritel besar, serta bengkel mobil dan motor sebesar 7,40 persen.
Dari sisi produksi, pertumbuhan terjadi di sebagian besar komponen produksi, kecuali Komponen PK-LNPRT dan Komponen Ekspor Luar Negeri yang mengalami kontraksi masing-masing sebesar 7,14 persen dan 2,46 persen.
"Pertumbuhan terjadi pada Komponen PK-P sebesar 6,03 persen, diikuti oleh Komponen PK-RT sebesar 4,30 persen dan Komponen PMTB sebesar 1,89 persen. Komponen Impor Luar Negeri yang merupakan faktor pengurang PDRB menurut Produksi juga tumbuh sebesar 3,22 persen," katanya.
Selain itu, perekonomian Riau pada semester pertama tahun 2026 dibandingkan dengan semester pertama tahun 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 4,82 persen (ctc). Dari sisi produksi, Sektor Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,64 persen. Sedangkan dari sisi produksi, Komponen Impor Asing mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 63,43 persen.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

