Logo Header Antaranews Riau

Riau Bersiap Hadapi Pemudik Dari Malaysia

Jumat, 3 Agustus 2012 12:13 WIB
Image Print

Pekanbaru, (antarariau) - Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Riau mewaspadai terjadinya lonjakan jumlah pemudik tenaga kerja Indonesia dari sejumlah negara tetangga khususnya Malaysia pada jelang Lebaran tahun ini.

"Memang biasanya akan ada lonjakan jumlah penumpang angkutan laut rute internasional yang kebanyakan ditumpangi oleh para TKI saat jelang Lebarang Idul Fitri. Untuk itu, kami juga akan mewaspadainya," kata Sugeng Setyono selaku Kepala Bidang Perhubungan Laut pada Dinas Perhubungan Riau di Pekanbaru, Jumat.

Menurutnya, biasanya lonjakan penumpang kapal atau fery dari luar negeri dengan tujuan sejumlah pelabuhan di Riau baru akan terjadi atau puncaknya yakni pada H-2 hingga H-7 Lebaran mendatang.

Kenaikan jumlah penumpang atau pemudik TKI ini, kata dia, kemungkinan mencapai dua kali lipatnya dibandingkan hari-hari biasanya.

"Kami nanrtinya juga akan mendirikan posko khusus di sejumlah pelabuhan yang telah disiagakan. Begitu juga dengan angkutan penyambung di jalur darat, juga akan disediakan," katanya.

Sebelumnya, kata Sugeng, pihaknya juga telah mendapat kabar dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) tentang kemungkinan membludaknya pemudik dari luar negeri atau TKI pada jelang Lebaran tahun ini.

"Untuk itu kami upayakan sesegera mungkin untuk melengkapi berbagai fasilitas pelabuhan yang dominan menjadi lokasi pemulangan TKI. Seperti Pelauhan Dumai," katanya.

Sebelumnya BNP2TKI juga telah memperkirakan sekitar 100.000 tenaga kerja Indonesia akan mudik untuk melaksanakan Lebaran Idul Fitri 1433 Hijriyah/2012.

"Dari awal Ramadhan hingga mendekati Lebaran nanti kami memperkirakan sekitar 100 ribu TKI akan mudik untuk melaksanakan Idul Fitri di kampung halaman," kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat.

Angka kepulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) tersebut, kata Jumhur, dua kali lipat bila dibandingkan pada waktu-waktu biasa yang rata-rata mencapai sekitar 50 ribu per bulan.

Ia mengatakan, sekitar 60 persen pemudik TKI akan pulang melalui Bandara Soekarno Hatta Jakarta, sementara sisanya akan mendarat pada beberapa bandara dan pelabuhan internasional di Indonesia seperti Bandung, Solo, Yogyakarta, Semarang, Surabaya dan Riau serta lainnya.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026