Logo Header Antaranews Riau

Harga TBS Riau Naik

Sabtu, 7 Juli 2012 20:10 WIB
Image Print

Pekanbaru, (antarariau) - Harga Tandan Buah Segar naik sebesar Rp42,30 per kilogram (kg) untuk umur 10 tahun ke atas.

"Naiknya harga TBS periode ke 27 yakni 4-10 Juli 2012 itu lebih disebabkan oleh faktor internal dan faktor eskternal," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, H Zulher MS, di Pekanbaru, Sabtu.

Menurut dia, faktor internal naiknya harga CPO --yang juga termasuk naiknya harga kernel-- semua perusahaan berdasarkan data menunjukkan PT Asian Agri mengalami kenaikan harga CPO sebesar Rp298,56 per kg, dan PT PN V mengalami kenaikan sebesar Rp131,50 per kg.

Berikutnya PT Sinarmas mengalami kenaikan sebesar Rp261 per kg, PT Astra Agro Lestari sebesar Rp100 per kg.

"Untuk harga kernel dari PT Sinarmas mengalami kenaikan sebesar Rp17,08 per kg, sementara dari PT Asian Agri naik sebesar Rp212,32 per kg," katanya.

Selain itu dari PT Astra Agro Lestari harga kernel naik Rp118,63 per kg dan PT Citra Riau Sarana naik Rp150 per kg.

Sedangkan faktor eksternal adalah kekhawatiran cuaca panas dan kering dapat mempengaruhi pasokan minyak nabati global.

Harga minyak sawit naik ke level tertinggi dalam sebulan akibat kekhawatiran cuaca panas dan kering di AS yang dapat mengganggu panen kedelai dan menurunkan pasokan minyak goreng global.

Kontrak minyak sawit untuk pengiriman September naik 1,5 persen menjadi 3,066 ringgit (968 dolar AS) per metrik ton di Bursa Derivatif Malayasia.

Harga kontrak paling aktif itu mencapai level tertinggi sejak 1 Juni 2012 dan sempat menyentuh 3.063 ringgit.

Harga kedelai sudah naik 19 persen tahun ini karena cuaca kering menyerap kelembaban tanah di Midwest, wilayah tanam terbesar di AS, setelah kondisi yang sama mengurangi panen di Brasil dan Argentina.

Pada 29 Juni 2012 Departemen Pertanian AS melaporkan luas lahan kedelai yang ditanam tahun ini kemungkinan bertambah menjadi 76,08 juta hekatare, naik dari 74,97 juta hektar di tahun lalu dengan tujuan supaya bisa mengantisipasi musim kering yang berlangsung.

Ivi Ng, analis dari CIMB Group Holding Bhd menyebutkan meski areal penanaman lebih besar namun kemungkinan tidak akan mengubah panen yang lebih besar karena kekeringan saat ini di area utama penanaman kedelai di AS.

Sementara itu jumlah hasil panen kedelai berada di level terendah dalam bertahun-tahun, hasil panen kedelai yang sedikit akan berimbas pada kenaikan harga minyak sawit.