Logo Header Antaranews Riau

Usai terus naik, harga TBS kelapa sawit di Riau pekan ini turun

Selasa, 11 Agustus 2026 21:35 WIB
Image Print
Petani memanen tandan buah segar kelapa sawit di kawasan Desa Suak Raya, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh. ANTARA/Syifa Yulinas

Pekanbaru (ANTARA) - Harga tandan buah segar (TBS) petani kelapa sawit swadaya di Provinsi Riau turun sebesar Rp61,75 per kilogram atau 1,57 persen dari periode sebelumnya menjadi Rp. 3.874,89 per kg.

Kepala Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Defris Hatmaja, mengatakan penurunan harga terjadi pada kelompok umur 9 tahun, yang merupakan harga tertinggi. Ketentuan ini berlaku untuk satu minggu ke depan, yaitu periode 12-18 Agustus 2026.

"Harga TBS yang ditetapkan tim untuk mitra swadaya telah menurun. Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan oleh penurunan harga kernel," kata Defris di Pekanbaru, Riau, Selasa.

Ia mengatakan selama periode ini harga CPO juga turun sebesar Rp. 41,75 per kg menjadi Rp. 15.735,77 per kg dibandingkan minggu lalu. Sementara itu, harga kernel turun lebih besar, mencapai Rp1.084,68 per kg menjadi Rp14.443,32 per kg minggu ini.

Hal yang sama juga terjadi pada petani plasma, harga beli minggu depan juga turun sebesar Rp70,53 per kg atau mencapai 1,76 persen dari harga periode sebelumnya dan sekarang menjadi Rp3.941,29 per kg.

Untuk harga jual CPO minggu ini, lanjutnya, juga turun sebesar Rp. 50,43 per kg menjadi Rp. 15.725,00 per kg. Sementara itu, harga kernel untuk plasma juga turun tajam sebesar Rp. 1.267,57 menjadi Rp. 15.138,00 per kg.

Dafris mengatakan bahwa dalam menetapkan harga TBS, pihaknya selalu meningkatkan tata kelola agar penetapan harga sesuai dengan aturan dan adil bagi kedua belah pihak.

“Meningkatkan tata kelola penetapan harga merupakan upaya serius dari semua pemangku kepentingan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026