Logo Header Antaranews Riau

Naik tipis, harga TBS kelapa sawit di Riau pekan ini Rp3.796,04 per kg

Selasa, 7 Juli 2026 14:39 WIB
Image Print
Pekerja mengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit saat panen di kawasan Desa Suak Raya, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh. ANTARA/Syifa Yulinnas

Pekanbaru, (ANTARA) - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani swadaya di Provinsi Riau naik sebesar Rp14,67 per kilogram atau 0,39 persen dari periode sebelumnya, menjadi Rp3.796,04 per kg.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi mengatakan kenaikan harga terjadi pada kelompok umur 9 tahun, yang merupakan harga tertinggi. Ketentuan ini berlaku selama satu minggu ke depan, yaitu periode 8-14 Juli 2026.

"Kenaikan harga TBS pekan ini terutama didorong oleh meningkatnya harga kernel, meski harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) justru mengalami penurunan," katanya di Pekanbaru, Riau, Selasa.

Ia mengatakan harga CPO turun sebesar Rp99,32 per kg menjadi Rp15.441,81 per kg dibandingkan minggu lalu. Sementara itu, harga kernel naik sebesar Rp700 per kg menjadi Rp14.019 per kg minggu ini.

Hal yang sama juga terjadi pada petani plasma, harga pembelian dalam satu minggu ke depan juga naik tipis sebesar Rp28,11 per kg atau mencapai 0,73 persen dari harga periode sebelumnya dan sekarang menjadi Rp3.859,87 per kg.

Untuk harga jual CPO minggu ini, lanjutnya, juga naik sebesar Rp32,68 per kg menjadi Rp15.525,00 per kg. Sementara itu, harga kernel untuk TBS petani plasma juga naik signifikan sebesar Rp 453,02 menjadi Rp 13.103,50 per kg.

Supriadi mengatakan bahwa dalam menetapkan harga TBS, pihaknya selalu meningkatkan tata kelola agar penetapan harga sesuai dengan peraturan dan adil bagi kedua belah pihak.

“Meningkatkan tata kelola penetapan harga merupakan upaya serius dari semua pemangku kepentingan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026