Logo Header Antaranews Riau

Bupati Kampar Minta Gotong Royong Dihidupkan

Minggu, 17 Juni 2012 14:36 WIB
Image Print

Kampar, (antarariau) - Tradisi hidup gotong royong yang kian memudar ditengah masyarakat sejalan dengan perkembangan zaman diminta Bupati Kampar H. Jefry Noer agar dikembalikan sehingga rasa kebersamaan dan kepedulian terus bisa dibina.
"Hidup dalam masyarakat saat ini memang sudah jauh dengan yang namanya tradisi gotong royong, baik kehidupan di pedesaan apalagi perkotaan padahal tradisi dalam gotong royong sangat tinggi sekali manfaatnya. Dengan demikian mulai sekarang mari sama-sama kita bangkitkan lagi," kata Bupati Jefry di Bangkinang, Minggu.
Hal tersebut dipaparkan Bupati Kampar H Jefry Noer pada acara peresmian Mushola An-Anshor menjadi Mesjid dan Wisuda PDTA Al-Hidayah Dusun III Bencah Kudu Permai Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu, Minggu.
Ditambahkan Jefry, bahwa dalam pembangunan sebuah Masjid kita juga hendaknya bisa kembali dengan cara bergotong royong bukan cuma mengharapkan uluran tangan dermawan dan pemerintah daerah, begitu juga untuk keperluan pemeliharaan jalan dan apapun yang kita buat.
Kemudian begitu juga hendaknya dalam hal mengisi mesjid, kita juga harus bersama-sama, jangan hendaknya dulu cuma sebuah mushollah jamaahnya sedikit dan sekarang sudah menjadi sebuah mesjid jamaahnya harus lebih banyak setiap waktunya.
Ia menegaskan dalam konteks membudayakan kembali gotong royong, Pemkab Kampar telah menggiatkan kembali Jum’at bersih, dimana aparat Pemkab Kampar melaksanakan gotong royong satu kali di Kota Kabupaten satu kali di Kecamatan-kecamatan secara bergiliran.
"Gotong-royong adalah cerminan kebersamaan dan itulah yang diwariskan nenek moyang dan perlu terus dilestarikan," ujarnya.
Disamping itu Jefry juga menjelaskan program yang akan dilakukan oleh Pemkab Kampar menyambut Ramadan dan Idul Fitri yaitu pelatihan menjahit bagi para anak-anak yang putus sekolah dan para ibu rumah tangga yang tidak bekerja.
Dimana peserta akan dilatih di lokasi karya Nyata P4S Kubang Jaya beberapa waktu, kemudian dapat praktek menjahit dan sesudah itu akan dimagangkan.
"Apabila sudah bisa menjahit dengan sempurna, maka peserta baru dipekerjakan ditempat-tempat usaha jahit yang sukses atau diberikan modal untuk membuka usaha sendiri," ujarnya.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kampar Hj Eva Yuliana, Anggota DPRD Kampar Miswar Pasai, Camat Siak Hulu Syamsuir, Kepala Dinas Dispora Kab. Kampar Drs Jawahir, M.Pd, Kepala Desa Kubang Jaya Herman, Toko Masyarakat, Ninik Mamak dan para wali murid PDTA Al-Hidayah.



Pewarta :
Editor: Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026