
Carrefour Dukung Petani Sawit Rp1,38M

Pekanbaru, (AntaraRiau) - Perusahaan ritel internasional, Carrefour, menggelontorkan dana sebesar 115.000 Euro setara Rp1,38 miliar untuk peningkatan kapasitas petani untuk mengelola kebun kelapa sawit secara lestari di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau.
"Program ini melibatkan 10 kelompok petani kelapa sawit yang tersebar di tiga desa. Kurang lebih melibatkan 254 kepala keluarga," kata Head of External Communication and Corporate Social Responsibility PT. Carrefour Indonesia, Hendrik Adrianto.
Menurut Hendrik, program tersebut akan berlangsung selama satu tahun.
Program itu juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian, guna mendukung program sertifikasi petani kecil (small holder) yang difasilitasi oleh WWF Indonesia.
Selain itu, ia mengatakan program pengembangan dan peningkatan kapasitas petani itu juga sejalan dengan "Standard Sertifikasi Internasional" (RSPO) dan Program "Indonesian Sustainable Palm Oil" (ISPO), yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia sebagai pedoman produksi kelapa sawit yang lestari.
"Program ini meliputi kegiatan pelatihan, workshop dan seminar yang akan membimbing mereka dalam memenuhi RSPO untuk produksi minyak sawit yang berkelanjutan secara lingkungan, sosial dan ekonomi," ujarnya.
Head of Public Affairs Carrefour, Satria Hamid Ahmadi, menambahkan bahwa pihaknya melihat potensi jangka panjang dalam menerapkan program itu di Riau. Dengan harapan, makin banyak petani sawit Riau mendapat sertifikasi terhadap produk turunan sawit yang bakal meningkatkan daya saing dan bisa diterima oleh pasar internasional.
Kegiatan pengembangan petani di Riau itu, lanjutnya, mendapat dukungan pendanaan dari Carrefour Foundation dimana secara global, ritel asal Prancis itu mempunyai komitmen untuk membeli minyak kelapa sawit yang bersertifikat internasional di seluruh Grup Carrefour pada tahun 2015.
"Meski Carrefour belum beroperasi di Riau, tapi kami melihat jangka panjangnya untuk membantu produk sawit Riau yang melimpah agar memiliki posisi tawar yang tinggi dan bisa diserap oleh ritel besar, termasuk juga oleh Carrefour," ujarnya.
Sementara itu, Deputi Direktur Transformasi Pasar WWF Indonesia, Irwan Gunawan, mengatakan tema pelatihan yang akan diberikan adalah pelatihan "internal control system" (ICS), pelatihan penggunaan pestisida terbatas dan pengelolaan limbah bahan Berbahaya dan beracun (B3). Kemudian petani juga akan diajari untuk mengantisipasi serangan hama, tanggap darurat terhadap kebakaran, pengenalan kawasan bernilai konservasi tinggi (HCV/High Conservation value), dan Pelatihan Pemupukan Berimbang.
"Kontribusi WWF Indonesia terhadap pengelolaan perkebunan sawit yang berkelanjutan adalah dengan memberikan fasilitas peningkatan kapasitas kepada petani kelapa sawit mengenai praktik-praktik ramah lingkungan yang sejalan dengan prinsip dan kriteria RSPO," kata Irwan Gunawan.
Pewarta : FB Rian Anggoro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

