Logo Header Antaranews Riau

Penimbunan BBM Mengarah Ke Industri

Rabu, 28 Maret 2012 13:52 WIB
Image Print

Pekanbaru - Pemerhati hukum dan ekonomi dari Indonesian Monitoring Development (IMD), Raja Adnan menyatakan, indikasi muara berbagai modus penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi saat ini rata-rata mengarah ke industri.

"Untuk itu, memang sebaiknya diwaspadai semua pihak, baik masyarakat, pemerintah dan aparat kepolisian," kata Adnan di Pekanbaru, Rabu.

Ia menjelaskan, sejauh ini pengungkapan penimbunan BBM bersubsidi jelang rencana dinaikannya harga bahan bakar minyak masih sangat minim.

"Saya rasa masih banyak lagi modus penyeludupan atau penimbunan yang belum berhasil diungkap," katanya.

Dikesempatan sebelumnya, Sales Area Manager Pertamina Riau, Tengku Ezan juga di Pekanbaru sempat mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memetakan pola penimbunan BBM di Riau yang diindikasikan sama, yakni muara penyeludupan itu ke industri.

Ia juga menggunakan asumsi penyaluran BBM sebesar 2.300 kiloliter (KL) per hari untuk kuota BBM Provinsi Riau akan habis pada Oktober 2012 mendatang mengingat tingginya tingkat kecurangan dalam pembelian BBM itu.

Mengacu pada kuota BBM di Riau, saat ini Pertamina menyalurkan sebanyak 2.300 KL per hari, sementara kuota BBM sebenarnya untuk tahun 2012 adalah 1.845 KL per hari.

Jika dikalkulasikan, jumlah kuota sebanyak ini mengalami penurunan sebesar 60.867 KL dari tahun 2011 lalu dimana total kuota ada sebanyak 744.304 KL.

Diungkapkan, modus penimbunan yang saat ini tengah tren yakni memperbesar tangki mobil untuk bisa membeli BBM subsidi dalam jumlah besar atau jauh diatas normal.

Kasus seperti ini menurut pihak Pertamina sempat ditemukan di beberapa wilayah termasuk di Riau.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026