
Wakub: Tolak kenaikan BBM

Pekanbaru - Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Riau, Mambang Mit, mengimbau segenap masyarakat tidak anarkis dalam menggelar unjuk rasa menolak kebijakan kenaikan harga BBM.
"Demonstrasi boleh saja, asal jangan anarkis," kata Mambang Mit di Pekanbaru, Senin.
Mambang mengatakan hal itu untuk menanggapi informasi yang beredar bahwa akan ada aksi demonstrasi besar-besaran dari mahasiswa dan LSM untuk terus menolak kebijakan kenaikan harga BBM di Pekanbaru. Sejak pekan lalu aksi unjuk rasa di Pekanbaru untuk menentang kebijakan pemerintah tersebut terus dilakukan hampir setiap hari.
Menurut Mambang, demonstrasi merupakan hal yang wajar sebagai penyampaian aspirasi masyarakat dalam proses demokrasi. Namun, ia meminta agar unjuk rasa bisa berlangsung secara damai tanpa mengganggu situasi Kota Pekanbaru yang selama ini kondusif.
Sebab, ia menilai masyarakat umum kini sudah cerdas untuk menyikapi persoalan dan menghendaki agar penyampaian pendapat dilakukan dengan musyawarah dan santun.
"Kita jangan sampai anarkis kalau ada demonstrasi menimbulkan ketidakamanan, maka akan membuat rugi kita semua. Jadi masing-masing pihak hendaklah menahan diri," ujarnya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Riau, Nizhamul, mengatakan sudah siap menjaga aset-aset pemerintah untuk mengantisipasi tindakan anarkis saat unjuk rasa menolak kenaikan BBM. Selama ini, para demonstran melakukan aksi di depan gedung kantor Gubernur Riau sehingga keamanan sudah diperketat.
"Kami siap mengerahkan personel sesuai dengan kebutuhan dan tetap bekerjasama dengan Polda Riau dan Polresta Pekanbaru," katanya.
Sedangkan, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Adang Ginanjar sempat mengatakan ada sebanyak 700 personel polisi yang disiagakan untuk menghadapi "gelombang" demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM.
Bahkan, Polresta Pekanbaru telah mempersiapkan tim khusus, termasuk didalamnya tim intelien untuk antisipasi gerakan massa.
Pewarta : FB Rian Anggoro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

