
Polisi selidiki SPBU penimbun BBM

Pekanbaru - Jajaran Kepolisian Resor Kota Pekanbaru Provinsi Riau telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kecurigaan masyarakat terhadap keterlibatan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam kasus penimbunan BBM.
"Tim ini yang nantinya akan menindaklanjuti segala pengaduan masyarakat dan temuan penyimpangan di tiap SPBU yang ada di Kota Pekanbaru. Jika terbukti, pihak SPBU atau pelaku penimbunan BBM pasti akan diproses atau ditangkap," kata Kepala Bagian Opreasional (Kabag Ops) Polresta Pekanbaru Kompol Rommel Hutagaol di Pekanbaru, Selasa.
Tim khusus yang dimaksud Hutagaol merupakan tim yang dibentuk dari intern Polresta dan Polda Riau. Sementara untuk tim gabungan pengawas jalur distribusi BBM bersubsidi melibatkan sejumlah instansi pemerintah daerah seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Pertamina, katanya, pihak kepolisian belum diajak sama sekali.
Hutagaol atas nama Kepala Polresta Pekanbaru Kombes Pol Adang Ginanjar juga mengatakan, pihaknya akan bekerja seoptimal mungkin untuk mengawasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mulai dari Depo Pertamina hingga ke SPBU bahkan masyarakat.
Sejauh ini, demikian Hutagaol, pihaknya memang telah beberapa kali menerima informasi tentang adanya SPBU yang juga turut terlibat langsung dalam penimbunan BBM bersubsidi menjelang rencana kenaikan harganya pada April 2012.
"Namun kami tidak bisa langsung melakukan penangkapan atau memprosesnya tanpa bukti-bukti yang jelas. Untuk itu, dibentuk tim khusus yang akan memata-matai sejumlah laporan yang masuk," ujarnya.
Selain itu, katanya, tim di lapangan juga mendengar suara-suara dari masyarakat tentang hal yang sama, yakni keterlibatan SPBU atas kasus peimbunan BBM bersubsidi.
"Namun sekali lagi saya jelaskan bahwa semuanya butuh pembuktian dan tidak cukup hanya sekedar informasi," katanya.
Hutagaol menegaskan, pihaknya sangat serius dan berusaha seoptimal mungkin untuk mengawasi BBM bersubsidi menjelang kenaikan harga pada April 2012.
"Karena setiap kasus yang berhasil kami ungkap akan ada penghargaannnya. Hal demikian sangat memacu kami untuk lebih optimal dalam pengawasaan jalur distribusi BBM. Salah satunya yakni dengan membentuk tim khusus yang terdiri dari gabungan unit, mulai dari intel dan lainnya," ujarnya.
Hutagaol kembali menjelaskan, bentuk penghargaan yang akan diterima dalam setiap pengungkapan kasus penimbunan BBM yakni berupa piagam dan uang pembinaan.
Kehabisan BBM
Sebelumnya, pada Senin (19/3), sejumlah SPBU di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru sempat kehabisan stok BBM, khususnya untuk jenis premium.
Salah satunya yakni SPBU yang berlokasi di Jalan Harapan Raya, tepatnya di persimpangan Jalan Kelapa Sawit Kecamatan Tenayan Raya.
Sejumlah kendaraan baik sepeda motor maupun mobil terpaksa berbalik arah setelah melihat pengumuman yang menyatakan bahwa BBM jenis premium dan solar habis. Pengumuman ini dipajang SPBU "Company Owned Dealer Operated" (CODO) atau semi pemerintah itu tepat di halaman dekat pompa pengisian bahan bakar.
Pemandangan sama juga terjadi di SPBU swasta atau "Dealer Owned Dealer Operated" (DODO) yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di persimpangan Jalam Surabaya Pekanbaru.
Sejumlah warga yang mencoba untuk mengisi bahan bakar kendaraannya juga terpaksa memutar arah karena SPBU tersebut juga memajang papan pengumuman bahwa stok BBM bersubsidi telah habis terjual.
Di lain pihak, Kepala Pertamina Depo Siak Ismail melalui komunikasi selulernya menyatakan bahwa sejauh ini stok BBM bersubsidi masih aman dan ditaksir mencukupi kebutuhan dan permintaan masyarakat di Pekanbaru.
Ia menjelaskan, stok BBM bersubsidi Pertamina di Depo Siak yang juga mendistribusi BBM ke Pekanbaru mencapai 12 ribu liter lebih.
Untuk jenis premium ada sekitar 7.140 kiloliter dan solar mencapai 5.785 kiloliter. Jumlah ini diakui masih aman hingga akhir Maret 2012 mendatang.
Asisten Manager Aksternal Relations Fuel Retail Marketing Region I Sumbagut PT Pertamina Fitri Erika juga menjelaskan sejauh ini untuk pendistribusian BBM bersubsidi ke sejumlah SPBU masih lancar tanpa kendala.
Bahkan, menurut dia, terjadi kenaikan kuota BBM sebesar 15 persen untuk sejumlah SPBU di Riau selama Januari hingga Maret 2012.
Menanggapi hal tersebut, Kabag Ops Polresta Pekanbaru, Kompol Rommel Hutagaol kembali menjelaskan bahwa kelangkaan BBM yang sempat terjadi itu cukup menimbulkan kecurigaan sejumlah pihak tentang indikasi adanya penimbunan BBM yang dilakukan pihak SPBU.
"Sekali lagi, kecurigaan ini butuh pembuktian dan akan ditelusuri oleh tim yang telah dibentuk. Jika terbukti, maka pelakukan akan diproses hukum," demikian Kompol Hutagaol.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

