
Rumah Zakat luncurkan program peduli

Pekanbaru - Rumah Zakat Pekanbaru, Riau, bekerja sama dengan Perusahaan Umum Pegadaian setempat meluncurkan program peduli gizi balita yang diperuntukkan untuk kalangan keluarga kurang mampu di daerah tersebut.
"Program ini kami luncurkan sebagai bentuk kepedulian sesama terhadap kalangan keluarga yang kurang mampu di Pekanbaru. Hal ini juga mengingat di Riau khususnya Pekanbaru sampai sekarang masih banyak balita yang kurang gizi," kata Brandhead Rumah Bersalin pada Lembaga Rumah Zakat Pekanbaru, Emi Susanti, di Pekanbaru, Jumat.
Emi Susanti yang bertindak sebagai kordinator dalam acara peluncuran program sosial tersebut menguraikan, saat ini di "Kota Bertuah" Pekanbaru masih banyak keluarga yang kurang mampu sehingga berdampak terhadap pertumbuhan balitanya sendiri, terlebih-lebih bagi masyarakat yang berada didaerah pinggiran kota.
"Dari data yang kami dapatkan, di kecamatan Rumbai, Pekanbaru ada 62 balita yang kami temukan kekurangan gizi, maka dari itu kami sangat prihatin sekali dengan kondisi yang ada. Kedepannya balita ini akan diberikan asupan gizi yang cukup," ujarnya.
Dalam acara peluncuran program peduli gizi balita tersebut hadir juga Kepala Perum Pegadaian Wilayah II Riau dan Kepulauan Riau (Kepri), Syamsul Bahri.
Secara terpisah Syamsul mengatakan keikutsertaan Perum Pegadaian dalam program peduli gizi balita ini merupakan wujud kepedulian perusahaan BUMN itu untuk mensejahterakan rakyat khususnya balita yang lahir dari keluarga miskin.
"Ini merupakan salah satu program dari Pegadaian untuk mensejahterakan masyarakat miskin, selain program ini pegadaian juga banyak memiliki program peduli masyarakat," katanya.
Pada peluncuran program sosial ini, Rumah Zakat juga memeberikan bantuan terhadap sebanyak 60 keluarga miskin di Pekanbaru.
Bantuan diserahkan oleh Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi yang juga turut hadir dalam acara tersebut
Ayat Cahyadi mengatakan, pentingnya perbaikan gizi terhadap balita, karena jika asupan gizi terhadap balita tersebut kurang maka berdampak terhadap kualitas generasi bangsa.
"Pentingnya perbaikan gizi untuk balita. Jika baik gizi balita, maka generasi akan baik juga, dan yang terpenting buat ibu-ibu juga harus cerdas dalam memberikan asupan gizi terhadap bayinya," katanya.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

