
Alat timbangan Dumai ditera ulang

Dumai, Riau (ANTARARIAU News) - Tim Metrologi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Riau melakukan tera ulang serta bedah alat timbangan yang dipakai pada semua aktivitas jual beli di Kota Dumai.
Kepala Bidang (Kabid) Metrologi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Riau, Endar Hasibuan, Jumat, mengatakan, pelaksanaan tera ulang ini bertujuan memperbaiki sekaligus menyegel alat timbangan di tangan para pengusaha serta kalangan pedagang pasar di Dumai.
"Tera ulang dilakukan dengan cara membedah alat timbangan dan mengindentifikasi alat ukuran timbangan. Setelah diperiksa, lalu akan diberi segel metrologi legal bertanda alat sudah benar," katanya kepada ANTARA.
Dikatakannya, ini merupakan kegiatan rutin terjadwal dari Dinas Perindag Riau bersama Perindag Kota Dumai yang akan berlangsung hingga 28 Februari mendatang.
"Sejak membuka persidangan dan pembedahan di Dumai, sudah ratusan alat timbangan yang dimiliki masyarakat ditera ulang," ungkapnya.
Ia mengingatkan, alat timbangan yang dipergunakan masyarakat, wajib ditera ulang dan diidentifikasi dari kesalahan serta kerusakan.
"Sebab ini sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal. Setelah disegel dan diberi tanda legal secara metrologi, baru boleh dipergunakan untuk kepentingan jual beli," jelasnya.
Ditambahkan, kalau ada alat yang rusak, tentu saja berpengaruh terhadap ukuran ataupun takaran, sehingga wajib alatnya diganti.
Ia menilai, kesadaran masyarakat pemilik alat timbangan untuk aktivitas jual beli dalam melakukan tera ulang masih rendah.
"Sehingga tim metrologi harus melakukan jemput alat langsung ke alamat," ungkapnya.
Karena itu ia mengimbau kepada seluruh pemilik timbangan agar mentera-ulang alat ukur timbangan yang dimiliki.
Sebab, menurutnya, jika alat timbangan sudah ditera ulang dan diperbaiki jika ada masalah, selanjutnya akan diberikan segel resmi.
"Kami sebelumnya sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang kegiatan tera ulang alat ukur timbangan ini. Namun karena tingkat kesadaran pemilik timbangan masih rendah, sehingga kami harus menjemput sendiri," demikian Endar Hasibuan.

