Logo Header Antaranews Riau

Sempat Terpantau 145 'Hotspot' Sumatra

Senin, 30 Januari 2012 10:43 WIB
Image Print

Pekanbaru - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Pekanbaru melalui satelit NOAA 18 sempat memantau sedikitnya 145 titik panas di Pulau Sumatra, di mana untuk Riau terdeteksi sebanyak 55 titik.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Pekanbaru, Philip Mustamu melalui Koordinator Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Pekanbaru, Marzuki, di Pekanbaru, Senin mengatakan, selain di Riau, satelit NOAA 18 pada tanggal 27 Januari 2012 juga mendeteksi titik panas di beberapa wilayah provinsi lainnya.

Yakni di Provinsi Aceh terdapat tiga titik, Sumatra Utara (1), Sumatra Barat (1), Jambi (38), Sumatra Selatan (24), Bengkulu (3), Lampung (3), dan 16 titik panas di Bangka Belitung serta Kepri ada satu titik panas.

"Namun sejak dua dan tiga hari terakhir, kemunculan titik panas cenderung mengalami penurunan yang cukup signifikan," katanya.

Marzuki menjelaskan, setelah sempat "dikepung" titik panas hingga berjumlah seratusan, pada tanggal 28 Januari 2012, titik panas di Sumatra kembali menurun menjadi sekitar 24 titik, dimana di Riau hanya tinggal empat titik.

"Kecenderungan penurunan titik panas juga terjadi di tanggal 29 Januari 2012, dimana untuk Sumatra itu, hanya terdapat sedikitnya tujuh titik 'hotspot', dimana tiga di antaranya berada di Riau," ujar Marzuki.

Kata Marzuki, untuk titik panas di Provinsi Riau itu menurut pantauan satelit NOAA 18, berada di Kabupaten Pelalawan dua titik, dan satu titik lagi berada di Kabupaten Kuantan Singingi.

Sementara empat titik panas lainnya di tanggal 29 Januari 2012 itu, kata dia, masing-masing berada di Sumatra Barat sebanyak satu titik dan tiga berada di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Menurut Mazuki, kemunculan titik api di awal pekan ini, hingga beberapa hari kedepan masih berkemungkinan bertambah mengingat minimnya curah hujan.

"Ada hujan, namun intensitasnya masih ringan dengan titik kosentrasi di Riau bagian Utara, Barat dan Selatan seperti Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, kemudian sebagian Kabupaten Bengkalis dan Kampar," demikian Marzuki.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026