Gubernur Riau resmikan kawasan ekowisata mangrove program CSR Pertamina Dumai

id Pertamina Dumai, Gubernur Riau,ekowisata mangrove, wisata dumai

Gubernur Riau resmikan kawasan ekowisata mangrove program CSR Pertamina Dumai

GM Pertamina RU II Didik Bahagia sampaikan kata sambutan saat peresmian kawasan eco wisata mangrove oleh Gubernur Riau Syamsuar. (ANTARA/Abdul Razak)

Dumai (ANTARA) - Gubernur Riau Syamsuar resmikan kawasan ekowisata mangrove di Desa Pangkalan Jambi Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis, program tanggung jawab sosial dan lingkungan PT Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai, Rabu.

Gubri Syamsuar didampingi Pj Bupati Bengkalis Syarial Abdi General Manager Pertamina RU II Didik Bahagia menyebut bahwa upaya yang dilakukan Pertamina bersama masyarakat ini telah berhasil dalam mengembangkan kawasan ekowisata mangrove untuk pencegah abrasi alami.

"Pemerintah setempat diharap dapat mengembangkan inovasi ini di beberapa lokasi konservasi mangrove seperti Kabupaten Bengkalis, Pulau Rupat dan Kepulauan Meranti," kata Syamsuar, Rabu.

GM RU II Dumai Didik Bahagia mengatakan, melalui program sosial kemasyarakatan Pertamina terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat, termasuk program Ekowisata Mangrove ini.

Dijelaskan, program ini kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan produk mangrove, penyediaan pusat informasi pendidikan mangrove di Mangrove Education Center serta perbaikan kualitas lingkungan yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.

Selain itu, program ini juga menyentuh aspek-aspek dari pilar Pertamina Berdikari (pilar pemberdayaan ekonomi masyarakat), Pertamina Cerdas (pilar pendidikan) dan Pertamina Sehat (pilar kesehatan).

"Pengembangan eco wisata ini merupakan paket komplit penggabungan beberapa aspek dari pilar program TJSL Pertamina, dan kami berharap manfaat dirasakan masyarakat dapat lebih optimal karena menyentuh berbagai lini kehidupan," kata Didik.

Pengembangan kawasan eco wisata ini salah satu inovasi utama Pertamina RU II di Sungai Pakning dalam rangka kembangkan pemecah ombak alami atau TRIMBA (Triangle Mangrove Barrier) yang memanfaatkan kayu nibung sebagai bahan utama.

Inovasi TRIMBA ini dikembangkan sebagai buah pemikiran bersama antara perusahaan dengan masyarakat yang berfokus kepada solusi bagi kerusakan lingkungan mangrove.

Pertamina RU II menyatakan komitmen untuk mendukung upaya sosialisasi terkait TRIMBA apabila dibutuhkan untuk diduplikasi oleh lokasi yang lain.

Selain sosialisasi program, sinergi antara Pertamina, masyarakat dan pemerintah serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan lingkungan adalah hal yang juga perlu ditumbuhkan.

Seorang tokoh masyarakat setempat Alpan mengatakan dahulunya lokasi ini hanya berupa semak belukar dengan kondisi abrasi parah yang mengakibatkan harus dipindahnya pemukiman warga.

Ditambahkan, lokasi ini dapat diselamatkan dengan adanya pendampingan dari Pertamina RU II Sungai Pakning sejak tahun 2017 melalui Program Konservasi Mangrove, Pengolahan Hasil Perikanan serta Budidaya Ikan Nila Air Payau.

Berkat program ini juga kaum ibu rumah tangga di Desa Pangkalan Jambi kini telah memperoleh tambahan pendapatan dari hasil pengolahan produk mangrove seperti Amplang Ikan Lomek, Sirup Buah Kedabu dan Dodol Buah Kedabu yang telah dipasarkan oleh Kelompok Harapan Bersama.

“Keberadaan Eco-Wisata Mangrove ini banyak memberikan manfaat bagi kami. Salah satunya dengan adanya TRIMBA, kekhawatiran akan terjadinya abrasi dapat dikurangi. Belum lagi aktivitas ibu-ibu yang bisa lebih padat karya dengan bonus tambahan penghasilan untuk rumah tangga,” sebut Alpan.