Logo Header Antaranews Riau

Gangguan Cuaca Kemunculan Titik Api

Kamis, 5 Januari 2012 11:39 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Gangguan cuaca bermuara dari Barat Daya Sumatera atau Samudra Hindia dan adanya pola konvergensi di sekitar Pulau Jawa hingga mengakibatkan suhu udara meninggi, menyulut kemunculan titik api di Pulau Sumatra.

"Kemunculan titik api atau 'hotspot' hari-kehari terus bertambah. Kalau sebelumnya hanya berkisar dibawah sepuluh, sejak kemarin (Rabu 4/1) sudah mencapai 17 titik," kata analis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Marzuki di Pekanbaru, Kamis.

Di ruang kerjanya, Marzuki menguraikan, ke 17 titik api tersebut tersebar di sejumlah wilayah Sumatra, meliputi Aceh ada sebanyak empat titik, Sumatra Utara (tiga), Sumatra Barat (satu) dan Jambi ada dua, serta Sumatra Selatan dan Kepulauan Riau masing-masing juga satu titik.

"Sementara untuk Riau sendiri, terpantau oleh satelit NOAA 18 ada sebanyak lima titik panas. Dimana dua di Kabupaten Kampar dan selebihnya tersebar di tiga kabupaten lainnya, masing-masing Rokan Hilir, Pelalawan dan Kabupaten Indragiri Hulu masing-masing satu titik api," kata Marzuki.

Dikesempatan sama, analis BMKG Stasiun Pekanbaru lainnya, Sanya Gautami, menuturkan, saat ini banyak bermunculan sejumlah gangguan cuaca yang bermuara dari berbagai wilayah terdekat.

Selain di bagian Barat Daya Sumatra tepatnya di Samudra Hindia, gangguan juga mermuara dari sekitara Pulau Jawa dengan adanya pola konvergensi.

Pola konvergensi tersebut kata Sanya, mengakibatkan massa udara yang ada di atas wilayah Riau tertarik ke wilayah Indonesia bagian Selatan.

Selain itu, kata dia, ada juga pola angin divergen atau menyebar yang terbentuk di atas wilayah Riau hingga menyebabkan awan hujan sulit terbentuk.

"Berkurangnya jumlah gumpalan awan itu yang kemudian menyebabkan sinar matahari tidak terhalang sehingga suhu udara cukup tinggi beberapa hari ini," demikian Sanya.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026