
Mahasiswa Kutuk Penembakan Warga Bima

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Puluhan aktivis berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Sumatra-Bali menggelar aksi solidaritas, mengutuk peristiwa penembakan yang menyebabkan dua warga Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat tewas.
"Kami mengutuk keras penembakan yang terjadi di Kabupaten Bima. Dua orang tewas akibatnya. Penegak hukum sebaiknya mengusut kasus ini," kata juru bicara BEM Sumatra-Bali, Nofri Andri Yulian di sela aksi solidaritasnya di Pekanbaru, Kamis.
Nofri beserta puluhan aktivis mahasiswa lainnya mengaku sengaja menggelar aksi solidaritas dengan turun ke jalan untuk mengecam secara nyata peristiwa di Bima.
"Tidak hanya peristiwa di Bima, kami juga menuntut agar peristiwa di Mesuji, Lampung juga segera dituntaskan. Tangkap dan hukum pelakunya," ujar dia.
Seperti yang diketahui, demikian Nofri, bumi Indonesia memiliki sejuta kekayaan, terutama pada sisi sumber daya alam (SDA) yang tiada tara.
"Hal demikian tentunya tidak menutup kemungkinan, SDA yang berlimpah ini menjadi sorotan bahkan rebutan banyak pihak khususnya mereka para kapitalis.
Kondisi demikian yang kemudian menurut dia memicu kekacauan di sana-sini, termasuk di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat dan Mesuji, Lampung.
"Harapan kami, peristiwa ini tidak kembali terulang," katanya.
Dalam aksi solidaritas tersebut, sekelompok mahasiswa itu berjalan di sekitar kawasan perkotaan pada Kecamatan Tampan, Pekanbaru, sambil berorasi menolak dan mengutuk keras tindakan represif aparat bersenjata terhadap masyarakat, Mesuji dan Bima.
Bahkan aktivis ini menuntut agar Kapolri Jenderal Timur Pradopo turun dari jabatannya karena dianggap gagal dalam memimpin institusinya.
Selain itu, para mahasiswa ini juga menolak segala kebijakan publik yang tidak berpihak pada rakyat atau bahkan malah pro terhadap kaum kapitalis.
Seperti dikabarkan sebelumnya, bentrok fisik yang berakhir nyawa melayang belakangan ini sering terjadi. Tak hanya di Mesuji, Lampung, namun juga di Bima, Nusa Tenggara Barat.
Sedikitnya dua orang tewas tertembak di Bima pada Sabtu (24/12) pagi. Insiden ini terjadi setelah polisi membubarkan paksa ribuan warga Kecamatan Lambu yang menduduki Pelabuhan Sape, Nusa Tenggara Barat.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

