Logo Header Antaranews Riau

Target Pembangunan RSH Gagal Tercapai

Rabu, 14 Desember 2011 13:00 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Pembangunan rumah sederhana sehat (RSH) di Provinsi Riau yang ditargetkan mencapai 10.000 unit pada tahun ini tidak tercapai, karena beberapa kendala.

"Dari 10.000 unit target pembangunan RSH, hanya terealisasi sekitar 70 persen," kata Ketua Real Estate Indonesia (REI) Riau, Rifayendi, kepada ANTARA di Pekanbaru, Rabu (14/12).

Menurut dia, para pengembang anggota REI Riau sempat optimis target 10.000 unit RSH bisa terlampaui karena kondisi kelistrikan terus membaik. Sebelumnya, masalah defisit daya listrik lama menjadi penghambat bisnis properti karena membuat banyak RSH tidak layak huni.

"Listrik bukan lagi jadi kendala, tapi ada yang lainnya yang menghambat pembangunan RSH," ujarnya.

Menurut dia, ada dua kendala krusial yang kini menjadi penghambat pengembang untuk mencapai target RSH. Hal pertama adalah masalah pengurusan sertifikat pemecahan tanah di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Masalah sertifikat di BPN karena pengurusannya terlalu lama, dan saya rasa ini sebenarnya menjadi masalah di seluruh Indonesia," ujarnya.

Ia mengatakan kendala lainnya adalah kepastian pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Menurut dia, hal tersebut merupakan buntut dari pengalihan wewenang pembayaran PBB dari Ditjen Pajak ke pemerintah daerah melalui dinas pendapatan daerah (Dispenda).

"Sebelumnya pengurusan PBB di Kantor Pajak paling lama sekitar 20 hari, namun sekarang ketika dialihkan ke Dispenda jadi tak jelas," ujarnya.

Menurut dia, permasalahan yang menghambat pembangunan RSH tersebut harus menjadi perhatian khusus karena potensi bisnis properti untuk masyarakat golongan menengah ke bawah sangat menjanjikan di Riau.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026