Logo Header Antaranews Riau

Banjir di Rohul mulai surut

Senin, 28 November 2011 21:04 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Banjir bandang yang melanda Desa Pawan Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, berangsur surut, setelah sebelumnya merendam ratusan permukiman warga di kawasan lereng Bukit Barisan tersebut.

"Sekarang airnya sudah mulai surut dan warga juga sebagian sudah mulai kembali ke rumahnya dan membersihkan rumah-rumah mereka yang direndam banjir tersebut," Kata Kepala Desa Pawan, Ismed Daulay, kepada ANTARA di Pekanbaru, Senin.

Ia mengatakan, kondisi air saat ini mulai surut namun sebagian rumah warga lainnya masih digenangi air yang berasal dari luapan Sungai Pawan.

"Masih ada sekitar 50 rumah warga yang digenangi air, namun ketinggiannya sudah menurun, hanya berketinggian di kisaran 30 sentimeter, jika dibandingkan pagi tadi ketinggian air mencapai 1 meter," kata Ismed.

Meskipun kondisi air mulai surut, tetapi sebagian warga yang rumahnya digenangi air, masih bertahan di rumah warga lainnya dan memilih menunggu hingga kondisi air benar-benar surut.

"Sebagian ada juga yang sudah kembali ke rumahnya, namun sebagian lagi ada yang memilih bertahan untuk menunggu air surut seratus persen," ujarnya.

Banjir yang melanda Desa Pawan Kecamatan Rambah Rokan Hulu ini merupakan banjir yang diakibatkan hujan beberapa hari terakhir melanda kawasan tersebut. Di sisi lain, kondisi hutan di hulu sungai Pawan sudah gundul akibat perambahan hutan oleh perusahaan dan masyarakat setempat, sehingga untuk menahan debit air akibat hujan tidak bisa. Akibatnya terjadi banjir.

Ismed menambahkan, warga yang berada di daerah aliran Sungai Pawan tersebut bukan hal yang baru bagi mereka ketika dilanda banjir, mengingat hampir setiap tahun merasakan banjir.

"Memang sudah hal yang biasa bagi kami banjir ini, setiap tahunnya apalagi musim-musim sekarang memasuki musim banjir, sudah tidak heran lagi kami," tuturnya.

Namun dia berharap adanya keseriusan dari pihak-pihak terkait untuk mengatasi permasalahan banjir yang terus melanda daerahnya tersebut, dengan memberikan tindakan tegas terhadap oknum-oknum perusahaan yang selalu merambah hutan yang berada di sekitar lereng Bukit Barisan tersebut.

"Kalau hutan di Bukit Barisan ini dijaga, saya yakin banjir tidak akan terjadi lagi, tapi dengan satu komitmen penuh, baik itu pemerintah dan begitu juga dengan masyarakat kita di sini," demikian Ismed Daulay.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026