Mengalirkan kebaikan saat pandemi melanda

id RAPP, APD, Corona, Riau

Mengalirkan kebaikan saat pandemi melanda

Pesawat Garuda mengangkut 30 ton alat pelindung diri mendarat dari Tiongkok tiba di Bandara Soekarno Hatta, Senin (13/4). (ANTARA/HO-Tanoto Foundation)

Pekanbaru (ANTARA) - Beragam bantuan mengalir bagai air. Sejak awal Ibu Pertiwi digerogoti corona, perusahaan ini tak hentinya mengulurkan tangan. Nyaris seluruh sendi kehidupan disentuh tangan-tangan mereka.

Ibu Pertiwi memang bersedih, tapi dia tak sendiri. Dia beruntung memiliki banyak pihak yang peduli. Diawali dengan pendaratan mulus pesawat Boeing 777-300 ER milik maskapai Garuda Indonesia di Bandar Udara Soekarn-Hatta setelah melakukan penerbangan panjang dari Tiongkok, awal April 2020 lalu.

Sebanyak 30 ton alat pelindung diri (APD) terdiri dari masker, baju pelindung ICU dan non-ICU, serta google glass atau kacamata medis memenuhi lambung pesawat kebanggaan bangsa itu dalam upaya misi kemanusiaan melawan wabah COVID-19.

Logistik yang sangat diperlukan para tenaga medis, pahlawan garda terdepan Ibu Pertiwi dalam melawan corona merupakan gelombang ketiga bantuan APD dukungan Tanoto Foundation.

Bantuan yang baru tiba tersebut merupakan bagian dari komitmen Tanoto Foundation dan seluruh lini usaha yang tergabung dalam kelompok Royal Golden Eagle (RGE) dalam mendukung tenaga medis Indonesia dalam usaha memerangi COVID-19. Bantuan itu berupa satu juta masker, satu juta sarung tangan, 3.000 kacamata medis, dan 100.000 baju pelindung ICU dan non-ICU.

Gelombang pertama dan kedua yang diangkut pesawat sewa tiba di Lanud Halim Perdanakusuma pada Kamis (2/4) dan Jumat (3/4).

Dengan datangnya bantuan gelombang ketiga tersebut, komitmen Tanoto Foundation kepada BNPB untuk mendatangkan APD telah terpenuhi hampir seluruhnya. Masker yang belum terangkut akan dikirim melalui jasa pengiriman udara dan diperkirakan tiba pekan depan.

Para relawan muda utusan Tanoto Foundation dan RGE Group, Fembiarta Binar Putra, Sari Rezki Antika, dan Yosea Kurnianto ketika akan berangkat menjemput bantuan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan ke Shanghai, di Bandara Internasional Soekarno Hatta, beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO-TF)


Jemput langsung dari Tiongkok

Untuk mempercepat kedatangan APD dari Tiongkok sampai ke Indonesia, Tanoto Foundation mengutus tim relawan (yang merupakan gabungan karyawan) Tanoto Foundation dan RGE dalam misi kemanusiaan untuk menjemput secara langsung dan menyewa pesawat khusus sampai dengan tiga kali perjalanan pulang-pergi.

Hal ini mendesak dilakukan mengingat kendala supply chain dari sisi transportasi dan pengiriman kargo yang sangat terbatas.

“Bagi kami, misi kemanusiaan ini adalah langkah nyata Tanoto Foundation untuk mempercepat distribusi APD tersebut agar segera dipakai oleh para tenaga kesehatan. Kami berharap para pahlawan kesehatan Indonesia ini lebih cepat terbantu sehingga bisa bekerja maksimal dalam menjalankan tugas, sekaligus bisa melindungi diri dari risiko penularan Covid-19,” kata CEO Global Tanoto Foundation Satrijo Tanudjojo.

Dalam mendatangkan bantuan APD tersebut, Tanoto Foundation bekerja sama dengan RGE Indonesia, kelompok perusahaan manufaktur global berbasis sumber daya alam.

Selain menyalurkan bantuan ke pemerintah pusat, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan Asia Pasific Rayon, bagian kelompok RGE Indonesia juga turut memperkuat para pahlawan kesehatan di daerah operasi mereka, Bumi Lancang Kuning Riau.

Penyerahan secara simbolis bantuan ADP dari Tanoto Foundation kepada gugus tugas COVID-19. (Antara/HO-TF)


Para tenaga kesehatan di Kabupaten Kampar, Meranti, dan Pelalawan masing-masing disalurkan 950 baju pelindung (hazmat), 50 baju pelindung ICU, 10 ribu masker, 10 ribu sarung tangan medis (glove), 50 kacamata medis.

Tak hanya itu, PT RAPP dan APR juga turut meringankan beban masyarakat terdampak corona dengan menyalurkan bantuan sebanyak 10.905 paket bahan makanan pokok. Paket bantuan berisi beras, minyak goreng dan mi instan itu diberikan kepada 176 desa yang berada di lima Kabupaten di Provinsi Riau.

Di antaranya di Kabupaten Pelalawan, Siak, Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti, dan Kampar.Bantuan bahan pokok itu sendiri terdiri dari beras, minyak goreng, dan mi instan.

Selain dari perusahaan, para karyawan dan paguyuban yang tinggal di Riau Kompleks turut mengulurkan tangan. Bantuan yang diinisiasi Ikatan Wanita Andalan (IWARA) serta 11 Paguyuban Riau Kompleks menyalurkan 1.208 paket sembilan bahan pokok kepada warga Pelalawan. Seluruh bantuan itu merupakan hasil sumbangan dari karyawan PT Riau Andalan Pulp and Paper serta diinisiasi IWARA.

Penyaluran bantuan Sembako itu dilaksanakan dengan empat tahap dan menyasar warga yang bertempat tinggal di sekitar areal operasi perusahaan multinasional di Pelalawantersebut.

Pada tahap pertama dan kedua disalurkan 250 paket Sembako, tahap ketiga dan keempat masing-masing 249 dan 278 paket sembako. Penyaluran itu langsung dilaksanakan IWARA dan paguyuban Riau Kompleks langsung ke rumah-rumah warga yang membutuhkan. Bantuan Sembako itu merupakan hasil dari donasi para karyawan yang berakhir pada 11 Juni 2020 dengan total dana terkumpul Rp128.531.000.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar