Logo Header Antaranews Riau

DPRD: KITB akses strategis

Selasa, 22 November 2011 15:35 WIB
Image Print

Siak, (ANTARARIAU News) - Ketua DPRD Siak, Zulfi Murzal menilai, lokasi Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) memiliki fungsi strategis bagi pengembangan suatu kawasan perekonomian yang maju ke arah Selatan Malaka.

"Aksesbilitas ke arah Selat Malaka merupakan satu keuntungan yang sangat strategis untuk pengembangan suatu kawasan perekonomian yang maju," katanya di Siak, Selasa.

Terkait apa yang dilakukan pemerintah kabupaten Siak untuk mewujudkan KITB sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), DPRD telah memberikan dukungan penuh dan bahkan menjadi kawasan yang sangat ditunggu oleh masyarakat Kabupaten Siak.

Upaya Pemkab Siak secara terus menerus, termasuk melakukan kajian tentang kedalamam, segmentasi, arus dan gelombang yang kecil.

"Semua ini menunjang KITB sebagai suatu kawasan Pelabuhan yang memiliki aksesbilitas ke arah Selat Malaka, ini sangat menguntungkan," katanya.

Menurut Zulfi yang berasal dari PAN ini menyebutkan juga PT KITB sudah melakukan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU)antara PT KITB dengan tiga perusahaan yang bergerak dibidang perminyakan, dua diantara perusahaan tersebut merupakan perusahaan swasta nasional.

Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Petro Nusantara Energi, PT Petrokamp Hugo Oil dan PT BSP.
Kesepakatan yang dihasilkan PT KITB dengan PT Petro Nusantara Energi dan PT. BSP adalah Rencana kerja sama untuk pembangunan terminal, instalasi pipa dan tangki timbun minyak bumi dan pemanfaatannya di KITB.

Sementara dengan PT PetrokampHugo Oil adalah rencana kerjasama untuk pemakaian fasilitas terminal serba guna dan pembangunan fasilitas tangki timbun BBM di KITB, jelasnya.
Dalam penandatanganan MOU oleh Tiga perusahaan tersebut diwakili oleh direktur masing-masing perusahaan.

Diantaranya BUMD PT. Bumi Siak Pusako oleh direktur nya Yusmadi Yusuf, PT. Petro Energi Nusantara Irawan Prakosodipl ing. Serta PT. PetroKump Hugo Oil yang ditandangani oleh H Sudirman Mantigi selaku direktur perusahaan.

Sebelumnya, Bupati Siak, Syamsuar menyebutkan Pemkab Siak sudah jauh-jauh hari melakukan berbagai kajian yang berkaitan dengan upaya pembangunan KITB.
Syamsuar berpendapat, kawasan industri ini akan menjadikan pusat pertumbuhan baru di Riau yang
berskala Nasional sekaligus dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Siak.

Diharapkan KITB mendapat dukungan tidak hanya dari pemerintah tetapi juga dari perusahaan-perusahaan, mulaidari MoU sampai nanti benar-benar melakukan perjanjian kerjasama untuk menjadikan daerah ini sebagai lokomotifdalam mengawali pembangunan KITB ini.

"Saya yakin nanti dengan adanya MOU ini dapat menjadi lokomotif untuk mengawali sekaligus bisa mempercepat upaya pembangunan KITB ini," ujarnya.

Dikatakannya pemerintah juga telah merencanakan pemberian insentif kepada perusahaan yang bekerjasama dengan KITB.

Menurut Syamsuar hal ini diperbolehkan sesuai dengan aturan yang ada. Ditambahkannya Pemberian insentif ini dapatdiberikan melalui pemberian keringanan pajak atau membebaskan retribusi daerah dalam jangka waktu tertentu.
"Boleh diberikan Insentif, maksudnya dengan memberikan keringanan pajak atau retribusi daerah. Misalnya tidak
dikenakan pajak selama dua tahun dan hanya yang berkaitan dengan pajak daerah," katanya sambil menjelaskan aturan tersebut mestinya mendapat persetujuan pula dari DPRD Siak.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026