
32 orang meninggal akibat DBD

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat, hingga Oktober, di wilayah itu terdapat 32 orang meninggal akibat serangan demam berdarah dengue (DBD).
"Jumlah ini mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun lalu. Kalau tahun lalu jumlah pasien DBD yang meninggal hanya 26 orang, sekarang baru sampai Oktober sudah sampai 32 orang dan jumlah ini bisa jadi masih bertambah lagi," kata Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Riau Andra Sjafril, Selasa.
Ia mengatakan, jumlah yang paling banyak meninggal penderita demam berdarah ini di daerah Kampar mencapai delapan orang, selanjutnya Rokan Hilir sebanyak enam orang. Untuk penderita yang paling banyak berada di Kota Pekanbaru, Riau, mencapai 356 orang, disusul kemudian Indragiri Hilir sebanyak 160 orang.
"Kalau jumlah keseluruhan se Provinsi Riau di tahun 2011 mencapai 1.228 orang yang sakit DBD. Jumlah ini meningkat dari tahun lalu yang hanya 991 kasus," ujarnya.
Ia menjelaskan, penyebab meningkatnya kasus demam berdarah di Pekanbaru ini karena, kondisi cuaca, yakni pergantian cuaca dari musim kemarau ke musim hujan, sehingga menyebabkan perkembangan nyamuk aides aigepty sangat subur.
"Jadi saat ini kondisi cuaca lagi kurang bersahabat. Itu menjadi faktor penyebab tingginya penderita demam berdarah di Provinsi Riau, terlebih-lebih daerah yang berada di daerah kumuh dan daerah rawa-rawa seperti di Pekanbaru dan Indragiri Hilir," ucap Andra.
Mengantisipasi meningkatnya korban jiwa akibat demam berdarah dengue ini, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat Provinsi Riau agar bisa hidup bersih, dengan kondisi cuaca yang tidak mendukung saat ini.
"Yang penting budaya tiga M itu saja dibudayakan, saya yakin semuanya akan terhindar dari bahaya DBD," ungkapnya lagi.
Sementara yang sangat penting, adanya kesadaran dari diri sendiri untuk membudayakan hidup bersih dan menghindari bahaya DBD, itu merupakan jalan satu-satunya untuk menghindari penyakit demam berdarah.
"Jadi kesadaran masyarakat yang penting, kita juga sudah melakukan beberapa penyuluhan tentang bahaya DBD, dan kita juga menurunkan tim ke lapangan," ujar Andra Sjafril.
Pewarta : Nasuha
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

