Logo Header Antaranews Riau

Areal perusahaan jadi objek wisata

Selasa, 25 Oktober 2011 13:03 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau telah melakukan koordinasi dengan sejumlah perusahaan besar (asing maupun nasional) yang beroperasi di Riau untuk mengembangkan kawasan perusahaannya sebagai objek wisata andalan "Negeri Lancang Kuning" tersebut.

"Ini untuk menambah keragaman objek wisata Riau," kata Kabid Pemasaran Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau, Yusrizal, di Pekanbaru, Senin.

Sebab, menurutnya, areal hutan, perkebunan maupun tambang yang besar-besar itu bisa dijadikan objek wisata dan menarik bagi wisatawan.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan semua perusahaan di Riau, baik itu PT Chevron, RAPP, Indah Kiat, PTP V, dan beberapa perusahaan lainnya, untuk mengembangkan kawasannya menjadi objek wisata bagi wisatawan yang berkunjung ke Riau," ungkapnya.

Dengan begitu, lanjutnya, apakah itu kawasan pabrik, atau areal produksi di lapangan, bisa juga menjadi tempat berkunjung bagi wisatawan yang datang ke Provinsi Riau.

Dikatakan, keberagaman obyek bisa membuat wisatawan menikmati lebih banyak pengalaman, dan waktu tinggalnya juga bertambah, yang otomatis memberi dampak positif bagi peningkatan ekonomi regional.

"Semua upaya ini bermuara pada menambah keanekaragaman objek pariwisata di Provinsi Riau, sehingga "Negeri Melayu Lancang Kuning" ini dapat menyajikan yang terbaik bagi para wisatawan nusantara maupun mancanegara," katanya.

Ia mengingatkan, pula, aspek pariwisata itu tidak hanya menonjolkan keindahan alam saja, namun banyak kategori. Baik itu kuliner, pendidikan, budaya, termasuk wisata pengetahuan di kawasan perusahaan.

"Dan ini yang akan kami majukan di Provinsi Riau, mengingat di daerah ini memiliki banyak sekali perusahaan, baik itu yang bergerak di perminyakan, industri kertas pan Perkebunan kelapa sawit," ujar Yusrizal.

Dalam hal ini, lanjutnya, seluruh manajemen perusahaan sudah setuju dengan program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau tersebut.

"Karena mereka pun menyadari, kawasan perusahaannya memiliki nilai ekonomi wisata yang sangat tinggi, mengingat perusahaan-perusahaan di Riau sudah dikenal sampai ke mMancanegara," katanya.

Untuk mendukung hal ini, pihaknya juga sudah menjalin kerjasama dengan pihak perusahaan travel guna mengemas 'wisata perusahaan'.

"Para 'guide' akan membawa wisatawannya ke lokasi perusahaan-perusahaan dan kami beri juga pengetahuan tentang proses produksi perusahaan tersebut," ungkapnya.

Yakni, demikian Yusrizal, baik itu pengetahuan tentang proses produksi bubur kertas dan manfaatnya di Perusahaan RAPP dan kegiatan eksplorasi perminyakan di Chevron serta usaha perkebunan di PTP V.

"Jadi banyak untungnya yang didapat wisatawan itu. Selain dia bisa jalan-jalan, juga menambah pengetahuan tentang berbagai proses produksi berskala besar," tuturnya.


Meningkat 24 Persen

Sementara itu, tentang jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) ke Riau di tahun 2011, menurut data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, mengalami peningkatan sebesar 24 persen.

Hal ini disebabkan antara lain oleh banyaknya kegiatan dan acara internasional (wisata konvensi) yang diadakan di Provinsi Riau. Baik itu seminar berskala internasional maupun pergelaran atau festival budaya.

"Objek wisata di Riau memang belum sebagus daerah-daerah lain di sekitar, seperti di Sumbar, Sumut, apalagi dibanding dengan Bali. Jadi, untuk meningkatkan jumlah wisatawan, perlu berbagai upaya dan terobosan, termasuk mengemas wisata perusahaan dengan memanfaatkan perusahaan-perusahaan ternama di Riau," ujarnya lagi.

Ia optimistis wisata perusahaan ini bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Provinsi Riau, apalagi ditambah dengan kian banyaknya iven nasional maupun internasional di Riau nantinya.

"Saya yakin wisata perusahaan ini bisa meningkatkan jumlah wisatawan di Riau. Apalagi ada berbagai iven yang akan diselenggarakan di "Bumi Lancang Kuning", seperti "Islamic Solidarity Game" (ISG) dan "Konferensi Biosfer Global", PON dan beberapa yang lain," jelas Yusrizal.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026