Logo Header Antaranews Riau

Zaedun: Pesantren bukan sarang teroris

Kamis, 6 Oktober 2011 15:08 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News)- Komandan Korem 031/Wira Bima Kolonel Infantri Zaedun, atas nama TNI menegaskan, isu sebagian pesantren sebagai tempat lahirnya generasi pengkhianat bangsa atau teroris, sama sekali tidak benar.

"Sebaliknya, pesantren adalah benteng ketahanan umat di Indonesia, bukan merupakan sarang teroris. Pemahaman ini perlu dimantapkan, agar sekolah keagamaan itu tidak disalahartikan dan salah dalam pemanfaatan," tegasnya di Pekanbaru, Kamis.

Ia menambahkan, pesantren yang telah ada di Indonesia sejak abad ke-15 memiliki peran sangat besar bagi pertumbuhan umat Islam di Tanah Air.

"Minimal ada tiga peran besar yang selama ini dimainkan pesantren. Pertama, yakni lembaga penghasil ulama yang bertugas memberikan pencerahan agama," kata dia.

Sebagai sebuah lembaga pendidikan Islam, menurutnya, pesantren diandalkan untuk melahirkan para ulama handal di tanah air.

Hal itu, lanjutnya, juga merupakan misi utama pesantren sebagai lembaga pencetak para ahli agama dan bukan justru sebaliknya, melahirkan para pengkhianat bangsa seperti teroris.

"Kedua, selain sebagai lembaga penghasil ulama, pesantren juga adalah pusat penyebaran Islam," ujarnya.

Zaedun menunjuk peran pesantren yang berhasil mencetak para ulama sekaligus juru dakwah. Tidak heran kalau kemudian pesantren juga menjadi pusat penyebaran Islam.

"Para santri yang sudah lulus, kemudian banyak berkelana untuk mendakwahkan Islam hingga ke pelosok-pelosok tanah air. Saya rasa di Riau juga demikian," paparnya.

Hingga kini, demikian Zaedun, peran pesantren sebagai pusat penyebaran Islam masih terus berjalan.

"Dewan Dakwah sendiri juga masih terus mengirim sejumlah da'i atau ustad lulusan pesantren ke daerah-daerah pedalaman untuk menyebarkan Islam," kata Zaedun.

Selanjutnya, ketiga, menurutnya, pesantren juga berfungsi sebagai pemelihara kehidupan keberagamaan umat di tanah air.

"Dengan ketiga peran tersebut, maka wajar jika pesantren dianggap sebagai salah satu pilar benteng pertahanan umat," tandasnya.

Kolonel Zaedun berpendapat, hal ini sangat disadari oleh musuh-musuh non kesatuan atau anti keberagaman agama di tanah air. Sehingga mereka berusaha melemahkan peran pesantren, agar tidak lagi memiliki sebagai benteng ketahanan umat.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026