Logo Header Antaranews Riau

Badai tropis akibatkan cuaca ekstrem

Kamis, 6 Oktober 2011 13:00 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika stasiun Pekanbaru menyatakan, badai tropis Thailand diprediksi menyebabkan pembelokan arah angin menuju sebagian wilayah Sumatra termasuk Riau yang kemudian mengakibatkan munculnya cuaca ekstrem, termasuk puting beliung.

"Saat ini memang sebagian besar wilayah Riau telah memasuki musim hujan dan telah melalui masa transisi. Namun badai tropis yang melanda Thailand sangat dimungkinkan memberi dampak negatif ke sini, seperti kemunculan cuaca ekstrem di Riau, karena ada pembelokan arah angin," kata Warih Budi Lestari, di Pekanbaru, Kamis.

Analis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, ini menambahkan, kemungkinan cuaca ekstrem ini malahan sudah terjadi untuk sebagian wilayah Riau.

"Terutama Riau bagian pesisir dan dimungkinkan akan berkembang ke sejumlah wilayah Riau (daratan) lainnya," katanya.

Karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar waspada, karena cuaca ekstrem dapat juga memunculkan peristiwa alam lainnya, termasuk puting beliung.

Walau demikian, berdasarkan analisa, menurutnya, cuaca ekstrem yang melanda Riau dominan ke penurunan temperatur atau suhu udara. Dan ini dapat menahan kelembaban cukup lama.

Peluang hujan, lanjutnya, juga cenderung merata, tidak terkecuali di Ibu Kota Riau, Pekanbaru, dengan intensitas ringan-sedang dan dimungkinkan turun pada sore hingga malam hari.

"Walau potensi hujan diprediksi ringan hingga sedang, awal terpahannya akan disertai petir dan angin yang bertiup kencang dari arah tenggara hingga barat daya," paparnya.

Ditambahkan, kecepatan angin diprediksi normal, yakni 5-25 kilometer per jam.

Namun tidak menutup kemungkinan, menurutnya, bila suhu udara siang cendrung memanas dan mendung tiba-tiba serta tekanan angin kian hebat, kecepatan angin bisa melampaui 50 kilometer per jam.

"Kondisi cuaca tak menentu ini sangat dimungkinkan akan terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan dan masyarakat sebaiknya tetap waspada terhadap puting beliung yang bisa muncul kapan saja dan dimana saja," demikian Warih Budi Lestari.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026