
Menhut Buka Workshop SSC

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan membuka workshop internasional Kerjasama Selatan Selatan (South-South Cooperation/SSC) ke-2 di Hotel Labersa, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (4/10).
Workshop internasional itu menitikberatkan pada isu pelestarian hutan hujan tropis yang tersisa di dunia, yang berlokasi di Indonesia, Brazil, dan Kongo.
"Kita semua harus memahami bahwa hutan, khususnya di Indonesia, punya sejarah dan ikatan kultural dengan masyarakat yang harus dipertahankan," ujar Zulkifli.
Karena itu, itu ia berharap pertemuan mengenai cagar bisfer itu dapat menghasilkan gagasan untuk kebijakan kehutanan Indonesia yang berbasis keberlanjutan.
Gubernur Riau HM Rusli Zainal mengatakan sangat bangga atas kepercayaan terhadap Riau untuk menjadi tuan rumah workshop SSC. Ia mengatakan Riau sangat perduli untuk menyeimbangkan pembangunan di daerah dengan kelestarian lingkungan.
"Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan solusi yang bisa diimplementasikan di Riau," kata Rusli.
Peserta pertemuan itu datang dari negara yang memiliki hutan hujan tropis di dunia, seperti Kongo dan Brazil.
Selain itu, peserta lainnya berasal dari Jepang, China dan Taiwan serta 10 negara dari ASEAN. Kemudian ditambah satu negara dari Benua Afrika, yakni Mali dan dari Benua Eropa, yaitu Perancis.
"Total jumlah negara yang ikut 18 negara. Sepuluh negara ASEAN, satu Afrika yaitu Mali, Eropa yakni Perancis yang merupakan partisipasi," kata Rusli.
Ia mengatakan, penunjukkan Riau sebagai tuan rumah merupakan sebuah kehormatan karena Cagar Biosfir Giam Siak Kecil merupakan kawasan konservasi ketujuh di Indonesia yang diakui UNESCO dan yang ke-564 dari 109 negara di dunia.
Pewarta : FB Rian Anggoro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

