Logo Header Antaranews Riau

BI minta BRI perbaiki keamanan

Senin, 3 Oktober 2011 15:02 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Bank Indonesia (BI) Cabang Pekanbaru meminta manajemen BRI untuk memperbaiki sistem keamanan agar kasus perampokan di kantor unit di Pekanbaru tak terulang kembali.

"Bank harus tingkatnya pengawasan dan standar pengamanannya," kata Pengamat Ekonomi Madya BI Pekanbaru Abdul Majid kepada ANTARA di Pekanbaru, Senin.

Sebelumnya, kawanan perampok menyatroni Kantor BRI Unit Payung Sekaki Pekanbaru pada Sabtu (24/9) dini hari.

Perampok dengan mudah masuk dari lantai dua kantor yang berada di sebuah rumah toko dan melumpuhkan seorang penjaga keamanan. Berdasarkan pemeriksaan internal BRI, jumlah uang tunai yang digondol perampok dari brankas berjumlah Rp328 juta.

Abdul Majid mengaku kaget bahwa kantor unit BRI yang kerampokan ternyata belum memiliki sistem keamanan standar, seperti petugas keamanan yang bersertifikat dari kepolisian dan kamera pengawas CCTV.

Apalagi, lanjutnya, kantor BRI juga pernah mengalami perampokan serupa di kantor unitnya pada tahun 2007.

"Harusnya standar bank ada satpam dan CCTV. Supervisi perbankan harus ditingkatkan," ujarnya.

Menurut dia, setiap perbankan biasanya harus memenuhi standar sistem pengamanan yang dilaporkan langsung ke BI di Jakarta sebelum membuka kantor cabang atau unit di tiap daerah. Pengawasan terus dilakukan, lanjutnya, namun memang hal itu menerapkan sistem pengambilan sampel secara acak.

"Lemahnya sistem keamanan akan merugikan citra BRI sendiri," katanya.

Hingga kini polisi masih menyelidiki kasus perampokan kantor BRI tersebut.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026