Pasien positif COVID-19 melejit, Gubernur Riau tetapkan status tanggap darurat

id Riau tanggap darurat COVID-19,gubernur riau,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2,berita riau antara,berita ria

Pasien positif COVID-19 melejit, Gubernur Riau tetapkan status tanggap darurat

Gubernur Riau Syamsuar (tengah) didampingi Juru Bicara COVID-19 dr Indra Yogi Sp.P (kiri) dan Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Nazir, menyampaikan perkembangan terbaru penanganan wabah COVID-19 di Kota Pekanbaru, Kamis (2/4/2020). (ANTARA/FB Anggoro)

Pekanbaru (ANTARA) - Gubernur Riau, Syamsuar, meningkatkan status dari siaga menjadi tanggap darurat COVID-19 hingga 29 Mei 2020, karena dalam sehari jumlah kasus positif naik drastis dari tiga menjadi tujuh orang.

“Insyallah kita sudah menaikkan status tidak siaga darurat lagi, tapi tanggap darurat sampai tanggal 29 Mei,” kata Syamsuar di Pekanbaru, Kamis.

Ia mengatakan masa tanggap darurat COVID-19 Riau berlaku pada 3 April hingga 29 Mei 2020. Selama masatanggap darurat, penanganan di Riau akan lebih kencang, tegas, didukung dengan lab mandiri.

“Harapannya ada dukungan masyarakat yang makin disiplin, himbauan pemerintah didengar. Tidak ngopi-ngopi (di luar) lagi, beli saja kopi di kedai bawa ke rumah,” katanya.

Pada Kamis ini di Provinsi Riau terdapat penambahan empat kasus positif COVID-19 sehingga total terdapat tujuh kasus positif, dan baru satu pasien yang sudah sehat dan dipulangkan.

Syamsuar menjelaskan, pasien ke-4 positif COVID-19 adalah pasien inisial DS, yang merupakan warga Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Pasien berusia 31 tahun tersebut kini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Pekanbaru.

‘Pasien DS memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit, yakni dari Sumatera Barat pada tanggal 23 Maret 2020,” ujarnya.

Pasien ke-5 positif di Riau adalah pasien inisial R yang merupakan warga Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru. Pasien berusia 58 tahun itu memiliki kontak dengan suaminya yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19.“Tapi hasil uji swab dari sang suami negatif COVID-19,” kata Syamsuar.

Kemudian, pasien ke-6 positif COVID-19 adalah pasien berinisial SA yang berdomisili di Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pasien berusia 61 tahun ini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Dumai, Riau.

“Pasien SA memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit, yakni dari Bogor pada tanggal 12 Maret 2020,” katanya.

Untuk pasien ke-7 positif COVID-19 di Riau adalah pasien inisial RBT, warga Kabupaten Pelalawan dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Pekanbaru. Pasien berusia 50 tahun ini memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit, yakni dari Jakarta pada tanggal 13 Maret 2020.

Dengan penambahan kasus positif ini, Dinas Kesehatan Provinsi Riau langsung melakukan penelusuran (tracing) kontak dari pasien DS, R, SA, dan RBT. “Dalam melakukan ‘tracing’ ini kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan Polda Riau,” katanya.

Ia menambahkan hingga Kamis sore, di Riau terdapat 119 orang PDP, dimana 79 masih dirawat, 38 sehat dan dipulangkan, serta dua meninggal dunia. Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) naik jadi 20.004 orang, dengan rincian ada 1.906 diantaranya sudah selesai pemantauan.*

Baca juga: Okupansi hotel anjlok tinggal 15 persen di Riau, ini sebabnya

Baca juga: Sebanyak 112 pasien sembuh dan 1.790 orang positif COVID-19 di Indonesia

Baca juga: 15 napi Lapas Bengkalis bebas lebih cepat langsung sujud syukur, begini sebabnya


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar