
Ribuan Warga Dumai Terserang Ispa

Dumai, 13/7 (ANTARA) - Ribuan warga di Kota Dumai, Riau, terserang penyakit infeksi saluran pernafasan atas (Ispa) akibat dampak dari tercemarnya udara disebabkan kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Dinas Kesehatan Dumai H Marjoko Santoso, di Dumai, Rabu mengatakan, setiap hari jumlah penderita Ispa baik yang berobat jalan dan menginap di rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat cendrung bergerak vluktuatif dari 80 orang hingga 180 orang per minggu.
"Jika dikalkulasi sejak tercemarnya udara dengan kabut asap selama tiga bulan terakhir, jumlahnya sudah mencapai ribuan," katanya.
Marjoko mengatakan, rata-rata penderita Ispa disebabkan daya tahan tubuh yang lemah dan karena terus menerus menghirup udara yang bercampur asap.
"Angka pasti berapa jumlah penderita Ispa dalam tiga bulan terakhir belum kita rekap, namun yang pasti jumlahnya mencapai lebih dari seribu orang," tuturnya.
Menurut Marjoko, tercemarnya udara dengan kabut asap yang terjadi di Dumai dalam tiga bulan terakhir ini berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan banyak warga menderita penyakit organ pernafasan.
"Selain Ispa, laporan setiap pusat kesehatan masyarakat di masing-masing kecamatan juga menunjukkan banyaknya penderita gangguan pernafasan lainnya, seperti pilek dan batuk," tutunya.
Marjoko mengimbau agar masyarakat senantiasa menjaga stamina atau daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi secara rutin vitamin dan menggunakan masker saat berpergian keluar rumah.
"Memang kondisi kabut asap dalam dua hari ini sudah agak berkurang, namun jika secara terus-menerus dihirup maka tidak menutup kemungkinan tubuh terserang Ispa," kata Marjoko.
Marjoko menguraikan, kualitas udara berdasarkan pantauan papan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) milik PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) yang dilaporakan ke Dinkes Dumai pada pukul 07.00 WIB, kualitas udara hari ini berada pada posisi sedang.
"Kondisi sedang ini artinya cukup tidak sehat dengan angka polutan standar indeks (psi) dibawah 100. Kondisi ini sudah mulai membaik dibandingkan beberapa hari sebelumnya yang sempat mencapai diatas 200 psi yang artinya sangat tidak sehat," kata Marjoko.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

