
Dinkes: Udara Dumai Berbahaya

Dumai, 4/4 (ANTARA) - Berdasarkan papan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) milik PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan setempat, saat ini kualitas udara di sana berada pada angka 117 polutan standar indeks (PSI).
"Ini artinya udara di Dumai sudah berbahaya untuk 'dikonsumsi' secara langsung oleh manusia. Penurunan kualitas udara hari ini juga jauh memburuk dibandingkan hari-hari sebelumnya, di mana kualitas udara maksimal berada di 98 PSI," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, H Marjoko Santoso, kepada ANTARA di Dumai, Senin.
Merjoko menjelaskan, laporan ISPU yang diterima pihaknya pada pukul 07.00 WIB itu sudah memasuki garis merah kerawanan udara d imana kadar mutu oksigen berada dibawah normal atau di bawah garis kelayakan konsumsi.
"Dengan kualitas udara berbahaya ini, kita mengimbau agar masyarakat waspada terhadap kemungkinan datangnya berbagai jenis penyakit yang menyerang saluran pernafasan seperti ISPA (infeksi saluran pernafasan atas-red)," katanya.
Jika organ tubuh terutama saluran pernafasan terasa terganggu, kata Marjoko, maka sebaiknya masyarakat segera memeriksakan diri ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) terdekat atau klinik-klinik kesehetan lainnya.
"Hal demikian penting untuk menghindari kemungkinan ISPA yang selalu muncul saat kondisi udara tidak baik atau bercampur asap seperti saat ini," katanya.
Selain itu, katanya, Dinkes juga telah berkoordinasi dengan pihak puskesmas yang berada di seluruh kelurahan se-Kota Dumai untuk memberikan imbauan bahaya kepada masyarakat secara langsung.
"Pada jam-jam tertentu terutama pagi dan malam hari, di mana kualitas udara drastis menurut akibat kabut asap tebal, kita minta masyarakat mengurangi kegiatan luar rumahnya," katanya.
Kebakaran Satu Titik
Berdasarkan pantauan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) setempat, saat ini di Kota Dumai terdapat satu titik api dengan luasan lahan yang sampai saat ini belum terdeteksi.
"Titik kebakaran yang dimaksud berada di wilayah Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan. Kebakaran di sini cukup luas namun berapa luasan lahan tidur yang terbakar kita belum tahu," kata Kepala Bidang (Kabid) Kehutanan pada Distanbunhut Kota Dumai, Hadiono, di kesempatan terpisah.
Untuk meminimalisir luasan api, kata dia, Distanbunhut telah mengirim sekitar 10 personel beserta satu unit mobil pemadam kebakaran dan beberapa mesin penyemprot air ke lokasi kebakaran itu.
"Kita juga berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Manggala Agni, dan kepolisian setempat serta masyarakat peduli api," ujarnya.
Selain satu unit mobil kebakaran dari Distanbunhut, katanya, Satpol PP juga menggerakan tiga unit mobil pemadam ke lokasi lahan yang terbakar.
"Sejauh ini kendala yang kami hadapi dalam upaya pemadaman api yakni medan yang berat sehingga sulit dijangkau oleh mobil pemadam. Kendati demikian, kita memanfaatkan air dari kanal-kanal dekat lahan terbakar untuk memfungsikan mesin penyemprot yang juga kita siapkan," katanya.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

