Waduh, ratusan pegawai Pemprov Riau terlambat upacara Harkitnas

id hari kebangkitan nasional ,peringatan Harkitnas di Riau,wagub riau,berita riau antara,berita riau terbaru

Pegawai Pemprov Riau menunggu di pinggir jalan karena terlambat mengikuti upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di halaman kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, Senin (20/5/2019). (Antaranews/FB Anggoro)

Pekanbaru (ANTARA) - Ratusan pegawai negeri sipil dan honorer di lingkungan Pemprov Riau terlambat datang untuk mengikuti upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di halaman kantor Gubernur Riau di Kota Pekanbaru.

Pegawai yang terlihat sudah berpakaian batik Korpri, Senin pagi terlihat menunggu di luar pagar kompleks kantor gubernur, karena pintu gerbang sudah ditutup. Upacara dimulai sekitar pukul 08.00 WIB, namun banyak pegawai yang tetap telat datang.

Pegawai yang terlambat akhirnya menunggu di pinggir jalan dengan kendaraan mereka. Tidak jelas apakah ada sanksi bagi pegawai yang terlambat datang tersebut.

Sementara itu, upacara peringatan Harkitnas dipimpin Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution dengan membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika RI.

Menteri Kominfo Rudiantara dalam sambuatannya mengajak masyarakat untuk mengingat Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Patih Majapahit Gajah mada.

Menurut Menteri, peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019 kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut.

“Kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita. Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita,” kata Wagub Riau membacara sambutan Menkominfo RI.

Sampai sekarang ini tahap-tahap pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar. Kelancaran ini juga berkat pengorbanan banyak saudara-saudara kita yang menjadi anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara, bahkan berupa pengorbanan nyawa.

“Sungguh mulia perjuangan mereka untuk menjaga kelancaran dan kejujuran proses pemilu ini. Sambil mengirim doa bagi ketenangan jiwa para pahlawan demokrasi tersebut, alangkah eloknya jika kita wujudkan ucapan terima kasih atas pengorbanan mereka dengan bersama-sama menunggu secara tertib ketetapan penghitungan suara resmi yang akan diumumkan oleh lembaga yang ditunjuk oleh undang-undang, dalam waktu yang tidak lama lagi,” katanya.

Peringatan Harkitnas dalam suasana bulan Ramadan, lanjutnya, bagi umat muslim diharapkan bisa menuntun untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah.

Hingga pada akhirnya pada ujung bulan Ramadan nanti, lanjutnya, masyarakat bisa seperti Mahapatih Gadjah Mada yakni mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri dengan saudara-saudara di sekitar kita.

“Dengan semua harapan tersebut, kiranya sangat relevan apabila peringatan Hari Kebangkitan Nasional, disematkan tema ‘Bangkit Untuk Bersatu’. Kebangkitan untuk Persatuan,” katanya.

Baca juga: Wakil Gubernur Riau Safari Ramadhan di Rokan Hilir

Baca juga: Wagub bantu Rp50 juta untuk masjid Pekanbaru


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar