Logo Header Antaranews Riau

Direksi Riau Airlines Dilanda Isu Perpecahan

Rabu, 6 Oktober 2010 20:37 WIB
Image Print

Pekanbaru, 6/10 (ANTARA) - Jajaran direksi Riau Airlines dilanda isu perpecahan menyusul krisis keuangan yang membelit perusahaan maskapai milik pemerintah daerah di Pulau Sumatera itu dalam setahun terakhir.

Bahkan Direktur Keuangan Riau Airlines, Fizan Noordjaelani, disebut-sebut bakal menggantikan posisi Direktur Utama Riau Airlines, Teguh Triyanto, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa yang digelar dalam waktu dekat.

"Tidak, tidak benar isu (pergantian) itu dan saya tidak mau menjawab. Tidak ada perpecahan di tubuh direksi Riau Airlines, yang terjadi hanya perbedaan pendapat dalam menyelesaikan masalah," ujar Fizan, di Pekanbaru, Rabu.

Fizan tercatat salah satu dari tiga direksi minus direktur utama yang menandatangani Kerja Sama Operasi (KSO) penyertaan modal PT Cokro Suryanusa Sentosa (Cossen) di Riau Airlines sebesar Rp1 triliun yang bakal dicairkan tiga hari setelah ditandatanganinya KSO pada Jumat, 25 Juni 2010.

Namun tiga bulan lebih setelah perjanjian KSO itu dilakukan, belum sepeser uangpun dicairkan pihak Cossen, sehingga perusahaan yang disebut-sebut bergerak di bidang jasa keuangan itu telah ingkar janji (wanprestasi).

Perpecahan di jajaran direksi Riau Airlines disebut-sebut dimulai dari KSO tersebut, karena Direktur Utama Riau Airlines, Teguh Triyanto, tidak menandatangani kerja sama itu karena berhalangan hadit.

Sebulan sebelum KSO itu ditandatangani, telah digelar RUPS Riau Airlines pada 17 Mei 2010 yang menyetujui suntikan modal Rp55,4 miliar kepada maskapai itu untuk memperbaiki kinerja perusahaan.

Pemegang saham juga menyepakati rencana perusahaan yang akan melakukan KSO dengan salah satu perusahaan yang berbasis di Eropa dalam pengoperasi 14 unit pesawat jet Embraer ERJ 145 dan 7 unit pesawat Embraer ERJ 170 sekaligus penyertaan modal kerja Rp250 miliar dari perusahaan asing itu.

Namun ditengah jalan arah kebijakan RUPS itupun berubah karena kehadiran dan janji yang ditawarkan Cossen kepada manjemen, ditambah lagi dengan tarik menarik kepentingan di jajaran direksi.

Sebab direktur keuangan dan direktur komersial Riau Airlines merupakan kerabat dekat dari pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Tapi kondisi itu ditampik Direktur Komersial Riau Airlines, Revan Menzano. "Kami direksi masih kompak dan memiliki komitmen bersama untuk menyelesaikan permasalahan, Insya Allah pasti ada jalan ke luar," ujarnya.

Beberapa waktu lalu pihak AeroCentury mengancam segera menarik dua pesawat Fokker MK0502 yang disewakan kepada Riau Airlines karena hingga kini belum melunasi kewajiban sekaligus mendaftarkan gugatan perdata terhadap PT Riau Airlines di PN Jakarta Pusat
Riau Airlines yang kepemilikian sahamnya 51 persen dikuasai Pemerintah Provinsi Riau itu, sejak Agustus 2009 telah menunggak uang sewa dengan total tunggakan mencapai 1,9 juta dolar AS.



Pewarta :
Editor: Muhammad Said
COPYRIGHT © ANTARA 2026