
Makanan Dan Minuman Malaysia Serbu Inhil

Tembilahan, 21/8 (ANTARA) - Selama Ramadan 1431 H produk makanan dan minuman tidak sah asal Malaysia gencar masuk ke wilayah Indragiri Hilir Provinsi Riau tanpa terlihat adanya pengawasan dari pihak Bea dan Cukai setempat.
Berdasarkan pemantauan ANTARA, Sabtu, produk makanan dan minuman asal Malaysia yang tidak tercantum kode MLnya tersebut beredar bebas di Indragiri Hilir.
"Kedatangan barang-barang ini mengalami peningkatan sejak Ramadan. Barang-barang makanan dan minuman tersebut diangkut dengan menggunakan kapal berukuran besar," ujarnya.
Pelabuhan yang kerap dijadikan tempat bongkar muat makanan dan minuman tersebut, yakni pelabuhan Lasdap, pelabuhan Pelindo dan pelabuhan Indah Tembilahan.
Yang mencurigakan, biasanya aktifitas pembongkaran makanan dan minuman asal Malaysia ini dilakukan di malam hari.
Barang-barang tersebut masuk ke Indragiri Hilir Batam, Kepulauan Riau.
Akibat meliput pendistribusian barang dari Malaysia itu dua orang wartawan media elektronik sempat mengalami aksi kekerasan, diduga oleh para pemilik minuman asal Malaysia tersebut.
Saat itu dua orang wartawan tersebut menyelidiki aktifitas pembongkaran minuman Malaysia di pelabuhan Lasdap Tembilahan, Kamis.
Saat mereka sedang mengambil gambar aktifitas pengangkutan minuman tersebut dari pelabuhan menuju gudang, tiba-tiba mereka didatangi beberapa orang dan langsung melakukan pemukulan.
Malahan buruh bongkar muat juga berusaha melakukan pengeroyokan terhadap kedua wartawan tersebut, beruntung saat itu ada personil polisi yang mengamankan keduanya.
Berdasarkan pengakuan para pemilik minuman tersebut mereka telah menyelesaikan segala administrasi kepada Bea dan Cukai Tembilahan, sehingga makanan dan minuman asal Malaysia ini bebas masuk ke Inhil.
Pihak kapal mengaku telah membayar kepada Bea dan Cukai, sehingga bisa membawa barang ke gudang.
"Kalau tidak mana mau kami menampung barang itu," ujar salah seorang distributor minuman asal Malaysia tersebut.
Sementara itu pihak Bea dan Cukai Tembilahan ketika dikonfirmasi ANTARA terkesan tidak memberikan tanggapan, ketika ditanya mengenai pengawasan dan sejauhmana legalitas makanan dan minuman asal Malaysia yang masuk ke Inhil.
Kepala Bea Cukai Tembilahan ketika dikonfirmasi melalui Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan, Hasanuddin via telepon selulernya, ternyata HP yang bersangkutan tidak bisa dihubungi.
Bahkan, pesan singkat yang dikirim tidak dijawab
Pewarta : Maryanto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

