Logo Header Antaranews Riau

Jalan Provinsi di Dumai Rusak Parah

Selasa, 3 Agustus 2010 17:28 WIB
Image Print
Dumai, 3/8 (ANTARA) - Jalan provinsi sepanjang 170 kilometer di wilayah Kota Dumai, Riau, rusak parah, kata Ketua DPRD Kota Dumai Zainal Effendi kepada ANTARA di Dumai, Selasa.


Selain jalan provinsi, Zainal juga memperkirakan sekitar 80 persen jalan nasional yang menghubungkan Dumai dengan Provinsi Sumatera Utara mengalami kerusakan cukup parah.

"Karena itu, kami minta pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut," katanya.

Menurut dia, jalan tersebut perlu segera diperbaiki karena Kota Dumai mengalir pendapatan negara yang besar atas aktivitas perusahaan baik BUMN maupun swasta.

Dikatakannya, masyarakat Dumai tidak meminta sesuatu yang muluk-muluk kepada pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.

"Mereka atau kami sebagai wakil rakyat hanya meminta pemerintah provinsi dan pusat memperhatikan kondisi infrastruktur di sini karena Dumai merupakan daerah yang dibutuhkan sebagai transit industri dan jasa. Apalagi, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selalu mengundang investor untuk berinvestasi dengan jaminan ketersediaan infrastruktur seperti jalan, air bersih, dan listrik," terang Zainal.

Dia menegaskan, kerusakan infrastruktur jalan akan menimbulkan pemikiran negatif atas iklim investasi di daerah ini.

Seperti yang terjadi saat ini, katanya, akibat kerusakan jalan, warga melakukan aksi unjuk rasa menuntut perbaikan Jalan Purnama, Dumai Barat, yang rusak parah akibat tingginya mobilitas angkutan kendaraan bertonase tinggi ke Kawasan Industri Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan.

"Agar pengusaha tidak lari, pemerintah perlu memperhatikan ketersediaan infrastruktur jalan di daerah ini sebab ketersediaan infrastruktur jalan merupakan tanggung jawab pemerintah dalam menunjang investasi," ujarnya.

Sementara itu, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Riau, Andi Rachman, menegaskan, Pemerintah Provinsi Riau harus memperbesar alokasi APBD untuk perbaikan jalan provinsi yang rusak parah di berbagai kabupaten/kota di Riau, salah satunya adalah di Kota Dumai.

Dia menilai bahwa alokasi anggaran di APBD Provinsi Riau untuk infrastruktur jalan masih minim. Begitu pula di APBN.

Persoalan tersebut membuat dirinya merasa prihatin karena minimnya anggaran akan berdampak terhadap berbagai persoalan lain.

"Sebagaimana yang terjadi di Kota Dumai. Akibat jalan rusak, warga menggelar aksi pemblokiran jalan," terangnya.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur jalan di Dumai perlu ditingkatkan berdasarkan skala prioritas, bukan hanya karena Kota Dumai yang dirancang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Riau, namun juga dalam waktu dekat Riau akan menyelenggarakan pesta akbar Pekan Olahraga Nasioanal (PON) 2012.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026