Polri diminta beri keadilan bagi keluarga DPO yang ditembak mati polisi
Rabu, 3 Februari 2021 14:09 WIB
Ilustrasi- penembakan. (ANTARA/Ardika/am.)
Padang Aro (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Armen Syahjohan, meminta Kepolisian Republik Indonesia memberi keadilan bagi keluarga DPO di sana berinisial DS, yang ditembak mati dengan menegakkan hukum secara tuntas dan transparan.
"Kami mendorong jajaran Polri mengusut tuntas dan transparan dalam menangani kasus ini agar keluarga korban mendapatkan keadilan," katanya, di Padang Aro, Rabu.
Baca juga: Ini info terbaru pencarian Harun Masiku
Baca juga: Seorang warga diamankan saat penyisiran terduga DPO di Palu
Pengusutan tuntas dan penanganan yang transparan juga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap polisi. Apalagi kasus penembakan berujung maut ini telah menjadi isu nasional setelah hampir semua media nasional ikut memberitakannya.
Rekaman video yang dibuat istri DS tentang detik-detik penangkapan terhadap DS oleh sekelompok polisi di rumahnya itu juga sudah beredar luas di dunia maya.
Syahjohan berharap supremasi hukum benar-benar ditegakkan, jangan tajam ke bawah tumpul ke atas dan kasus ini bisa jadi pembelajaran bagi semua pihak.
Sementara kepada masyarakat ia mengimbau agar sabar menunggu proses hukum di institusi kepolisian itu, dan tidak melakukan hal-hal yang justru memperuncing masalah. "Masyarakat harus taat dan patuh serta sabar menunggu proses hukum yang sedang berjalan," ujarnya.
Kepada insan media, ia meminta terus mengawal proses hukum yang sedang berjalan dan mencari sumber yang jelas agar tidak terjadi kesalahan informasi.
Hal ini karena usai insiden penembakan, kata dia, ada pemberitaan yang menyatakan bahwa DS merupakan DPO pencurian padahal DPO perjudian, dan hal itu membuat gaduh. "Saat keluarga korban ditimpa musibah ada pula informasi yang salah, sehingga membuat gaduh dan ini harus diperhatikan dengan teliti," ujarnya.
Sebelumnya Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Komisaris Besar Polisi Satake Bayu, mengatakan, Brigadir KS pelaku penembakan yang mengakibatkan DS meninggal dunia di Solok Selatan telah ditahan di Markas Polda Sumatera Barat.
"Saat ini dia sudah ditahan di ruang tahanan Mapolda Sumbar untuk menunggu proses hukum selanjutnya," kata dia.
Brigadir KS, kata dia, sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus itu.
Baca juga: Ini info terbaru pencarian Harun Masiku
Baca juga: Harun Masiku dikabarkan meninggal. Ini kata KPK
Pewarta : Mario Sofia Nasution
"Kami mendorong jajaran Polri mengusut tuntas dan transparan dalam menangani kasus ini agar keluarga korban mendapatkan keadilan," katanya, di Padang Aro, Rabu.
Baca juga: Ini info terbaru pencarian Harun Masiku
Baca juga: Seorang warga diamankan saat penyisiran terduga DPO di Palu
Pengusutan tuntas dan penanganan yang transparan juga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap polisi. Apalagi kasus penembakan berujung maut ini telah menjadi isu nasional setelah hampir semua media nasional ikut memberitakannya.
Rekaman video yang dibuat istri DS tentang detik-detik penangkapan terhadap DS oleh sekelompok polisi di rumahnya itu juga sudah beredar luas di dunia maya.
Syahjohan berharap supremasi hukum benar-benar ditegakkan, jangan tajam ke bawah tumpul ke atas dan kasus ini bisa jadi pembelajaran bagi semua pihak.
Sementara kepada masyarakat ia mengimbau agar sabar menunggu proses hukum di institusi kepolisian itu, dan tidak melakukan hal-hal yang justru memperuncing masalah. "Masyarakat harus taat dan patuh serta sabar menunggu proses hukum yang sedang berjalan," ujarnya.
Kepada insan media, ia meminta terus mengawal proses hukum yang sedang berjalan dan mencari sumber yang jelas agar tidak terjadi kesalahan informasi.
Hal ini karena usai insiden penembakan, kata dia, ada pemberitaan yang menyatakan bahwa DS merupakan DPO pencurian padahal DPO perjudian, dan hal itu membuat gaduh. "Saat keluarga korban ditimpa musibah ada pula informasi yang salah, sehingga membuat gaduh dan ini harus diperhatikan dengan teliti," ujarnya.
Sebelumnya Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Komisaris Besar Polisi Satake Bayu, mengatakan, Brigadir KS pelaku penembakan yang mengakibatkan DS meninggal dunia di Solok Selatan telah ditahan di Markas Polda Sumatera Barat.
"Saat ini dia sudah ditahan di ruang tahanan Mapolda Sumbar untuk menunggu proses hukum selanjutnya," kata dia.
Brigadir KS, kata dia, sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus itu.
Baca juga: Ini info terbaru pencarian Harun Masiku
Baca juga: Harun Masiku dikabarkan meninggal. Ini kata KPK
Pewarta : Mario Sofia Nasution
Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor : Vienty Kumala
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Api karhutla dekati pemukiman warga di Bengkalis, Manggala Agni menghalau malam hari
08 April 2026 12:32 WIB
Tim Manggala Agni menginap empat hari di pondok warga demi padamkan karhutla di Rupat Bengkalis
02 April 2026 16:35 WIB
Peringati Hari Raya Nyepi 2026, BRI Peduli salurkan 2.000 paket sembako bagi warga desa di Bali
19 March 2026 14:20 WIB
Sorotan Hari Ini: Kabar Pemakaman Vidi Aldiano hingga Lonjakan Penjualan Mobil BYD
09 March 2026 12:30 WIB
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Imigrasi Selatpanjang hadirkan program Limau di Rangsang Barat, permudah akses warga kepulauan
11 March 2026 10:21 WIB
Pantau persiapan lebaran, Wabup Muzamil pastikan sembako, BBM dan jalur mudik di Meranti aman
07 March 2026 11:25 WIB
Bupati Asmar dan Wabup Muzamil pimpin korve di titik strategis Selatpanjang
14 February 2026 15:51 WIB
Jelang ramadan, Bupati Asmar pastikan harga dan stok sembako di Meranti tetap aman
14 February 2026 15:36 WIB
Razia mendadak di Lapas Selatpanjang, petugas sita barang berpotensi bahaya dari kamar WBP
13 February 2026 11:58 WIB
Imigrasi Selatpanjang canangkan zona integritas, targetkan predikat WBK dan WBBM
10 February 2026 18:51 WIB